Sabtu, 03 Oktober 2026
12:01 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Dulang

Dulang

Bagikan:
330px-Febrianti-Makan_Bajamba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dulang berisi makanan yang dijunjung oleh perempuan Minangkabau di Arosuka, Kabupaten Solok.

Dulang, pane, atau talam adalah nampan berbentuk lingkaran yang permukaannya datar dan biasanya berbibir pada tepinya.[1] Dulang dapat dibuat dari kayu atau kuningan. Di Minangkabau, dulang selalu digunakan dalam upacara adat sebagai wadah untuk membawa makanan dalam piring-piring yang ditumpuk dan ditutup dengan kain dalamak.[2]

Di Pulau Jawa, dulang biasa digunakan dalam proses memasak nasi, sebagai wadah mengaduk-aduk nasi yang baru matang sambil dikipas sebelum ditaruh di bakul. Bentuknya lebih cembung dan menyempit di bagian bawah.

Sedangkan di Pulau Bali, dulang adalah wadah seperti meja kecil berbentuk bundar bertangkai yang biasa digunakan untuk berbagai aktivitas baik sebagai wadah upacara keagamaan seperti tempat buah-buahan (gebogan) dan upakara keagamaan Hindu Bali, sebagai meja makan ataupun sebagai meja menulis dan membaca lontar. [3]

Galeri

Varian
  • Varian dulang atau pane yang jamak ditemui di Jawa. Ia biasa digunakan untuk meng-angi nasi.
    Varian dulang atau pane yang jamak ditemui di Jawa. Ia biasa digunakan untuk meng-angi nasi.
  • Dulang dengan bibir yang lebar.
    Dulang dengan bibir yang lebar.
  • Carano atau bokor, dulang berkaki
    Carano atau bokor, dulang berkaki
  • Salah satu varian dulang dari Toraja.
    Salah satu varian dulang dari Toraja.
Pemakaian

Referensi

  1. ↑ Sativa Sutan Aswar (1999). Antakesuma embroidery in the Minangkabau adat. Djambatan. ISBN 978-979-428-148-2.
  2. ↑ C, Murdjiati Gardjito, Lia Muliani, Chairunisa (2019-08-12). Pusaka Nenek Moyang, Yang Pantang Disayang- KULINER MINANGKABAU. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-602-06-3238-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Tim Peneliti Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Barat.2000. Kebudayaan Masyarakat Sunda di Kabupaten Lebak Jawa Barat. Bandung: CV. MANFADA UTAMA hlm. 111.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan