Senin, 28 September 2026
23:25 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Carano

Carano

250px-Carano.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Carano

Carano (terjemahan kasar: cerena) atau boko (bahasa Indonesia: bokor) adalah wadah berupa dulang berkaki yang terbuat dari loyang atau logam kuningan yang dikenal di Minangkabau. Wadah ini digunakan dalam upacara adat sebagai tempat sirih beserta kelengkapannya seperti tembakau, gambir, kapur sirih, dsb.[1][2]

Carano terdiri dari dua bagian, yaitu badan dan kaki. Bentuknya bundar dengan pundak landai, mulut lebar, dan bibir tipis. Pada bagian badan sebelah bawah terdapat garis lingkaran yang berbentuk geligir.

Carano sering dijumpai dalam acara-acara adat di Minangkabau, seperti penyambutan tamu dan perkawinan. Pada acara perkawinan, carano digunakan pada saat meminang, dibawa oleh pihak perempuan sebagai pihak yang meminang. Carano merepresentasikan penyatuan tamu dengan tuan rumah dan penyatuan laki-laki dan perempuan dalam suatu perkawinan.[3]

Simbol

Carano ditampilkan pada motif ukiran Minangkabau yang terdapat di rumah gadang.[4] Carano juga terdapat pada ilumniasi naskah-naskah yang berhubungan dengan adat Minangkabau, seperti naskah yang memuat teks silsilah.[3]

Pada karya seni lukisan dan patung, carano merupakan simbol penyambutan tamu, seperti yang terdapat pada Tugu Selamat Datang di Kota Padang, Sumatera Barat.

Galeri

  • Seorang penari menyuguhkan sirih dalam carano di Bangkok
    Seorang penari menyuguhkan sirih dalam carano di Bangkok
  • Tari pasambahan yang menampilkan gerakan membawa carano
    Tari pasambahan yang menampilkan gerakan membawa carano
  • Tug Selamat Datang di Padang
    Tug Selamat Datang di Padang

Referensi

  1. ↑ Rahmat Irfan Denas (2021-08-03). "Sirih dalam Carano, Romantisme Orang Minang Menyambut Tamu". Suluah.com. Diakses tanggal 2023-05-29.
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-07. Diakses tanggal 2019-10-21.
  3. 1 2 http://repository.unand.ac.id/6461/1/Artikel.pdf
  4. ↑ Handayani, Nur Fitri; Jupriani, Dra; M.Sn; Wisdiarman, Drs; M.Pd (2013-11-27). "BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA MOTIF CARANO KERAJAAN SIGUNTUR DI DHARMASRAYA". Serupa The Journal of Art Education (dalam bahasa Inggris). 2 (1). ISSN 2302-3236.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan