Duduh Durahman | |
|---|---|
| Lahir | 26 Mei 1939 |
| Pekerjaan | Jurnalis, Sastrawan Sunda, aktor teater |
| Pasangan menikah | Maya Kusmayati |
| Anak | Susi Eka Yanuarti, Budi Mugia Raspati, Gugi Satia Gumati, Egi Bagia Sajati, Dimas Radian Prasetya |
| Karier kepenulisan | |
| Genre | kritik sastra, kritik film, carpon |
Duduh Durahman atau lebih dikenal dengan sebutan Abah Duduh adalah salah seorang sastrawan Sunda.[1] Lahir di Ciwidey tanggal 26 Mei 1939. Ia terkenal sebagai kritikus film dan sastra Sunda. Dalam bidang sastra, ia pernah menulis kumpulan bahasan, telaah, apresiasi, kritik dan pengamatan terhadap karya sastra Sunda yang dimuat dalam buku Petingan (1983), Catetan Prosa Sunda (1984), jeung Sastra Sunda Saulas Sausap(1991). Ia juga sering menjadi juri Hadiah Sastra LBSS yang diselenggarakan sejak tahun 1990. Tahun 1993 ia menjadi juara II menulis esei.
Sabagai editor, Abah Duduh beserta Abdullah Mustafa dan Karno Kartadibrata menerbitkan Sawidak Carita Pondok(1983). Sedangkan dalam bidang teater ia pernah menjadi aktor pagelaran "Khotbah Munggaran di Pajajaran" karya Yus Rusyana, garapan Liga Drama Bumi Siliwangi IKIP Bandung (1966). Tahun 1999 ia dianugerahi Hadiah Sastra Rancage oleh H. Ajip Rosidi.
Referensi
- ↑ 65 Tahun Duduh Durahman[pranala nonaktif permanen] (Diakses tanggal 4 Nopember 2011)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |