Sabtu, 24 Oktober 2026
05:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Dryolimnas

Dryolimnas

genus burung

Bagikan:
Dryolimnas
Rentang waktu: Pleistosen–Masa kini
250px-Dryolimnas_cuvieri_Museum_de_Gen%C3%A8ve.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mandar dada-putih (Dryolimnas cuvieri)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Gruiformes
Famili: Rallidae
Genus: Dryolimnas
Sharpe, 1893
Spesies tipe
Rallus cuvieri[1]
Pucheran, 1845
Spesies

1 masih hidup, 2 spesies dan 1 subspesies baru saja punah

Artikel takson sembarang

Genus Dryolimnas terdiri dari burung-burung dalam famili mandar. Mandar Réunion, anggota dari genus tersebut, telah punah pada abad ke-17. Mandar leher putih Aldabra adalah burung tak terbang terakhir yang masih ada di barat Samudera Hindia.[2] Mereka banyak ditemukan di Pulau Malabar, selain juga dapat ditemukan di Pulau Polymnieli dan pulau lainnya. Txon punah yang tak terdeskripsikan, yang terkadang disebut sebagai mandar kayu Sauzier, berasal dari Mauritius. Sehingga, sebagian besar tengkorak mandar tersebut menunjukkan kemiripan dengan mandar-mandar dari genus Lewinia. Dua genera tersebut beberapa kali disamakan.

Spesies

  • Mandar leher putih atau mandar Cuvier, Dryolimnas cuvieri
    • Mandar leher putih Aldabra, Dryolimnas cuvieri aldabranus
    • Mandar leher putih Assumption, Dryolimnas cuvieri abbotti - punah (awal abad ke-20)
  • Mandar Réunion, Dryolimnas augusti - punah (akhir abad ke-17)

Catatan

  1. ↑ "Rallidae". aviansystematics.org. The Trust for Avian Systematics. Diakses tanggal 2023-07-27.
  2. ↑ The White-Throated Rail Dryolimnas cuvieri on Aldabra

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dryolimnas.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan