Sabtu, 03 Oktober 2026
08:40 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Dolok Imun

Bagikan:

Dolok Imun adalah sebuah bukit di Tanah Batak yang diyakini sebagai daerah sentral asal-mula keturunan Raja Naipospos. Dalam bahasa Batak, dolok dapat diartikan sebagai puncak, bukit, atau gunung.

Letak Geografis

Diperkirakan Dolok Imun memiliki ketinggian mencapai 1.800 meter di atas permukaan laut, terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Kondisi puncak Dolok Imun saat ini ditumbuhi oleh hutan dengan dikelilingi pemukiman desa di kaki bukitnya. Ada beberapa desa yang terletak di sekitar kaki Dolok Imun, antara lain: Desa Hutaraja, Desa Hutaraja Hasundutan, Desa Lumban Tongatonga, Desa Sibaragas, dan Desa Lumban Motung. Saat ini secara administrasi, Desa Hutaraja dan Desa Hutaraja Hasundutan masuk dalam wilayah Kecamatan Sipoholon, Desa Lumban Tongatonga masuk dalam wilayah Kecamatan Siborongborong, Desa Sibaragas dan Desa Lumban Motung masuk dalam wilayah Kecamatan Pagaran.[1]

Aspek Historis

Menurut legenda yang berkembang dalam masyarakat Batak, setelah keturunan Tuan Sorbadibanua dari istrinya boru Sibasopaet yakni: Raja Sumba, Raja Sobu, dan Raja Naipospos berpisah, maka Raja Naipospos pergi ke Bahalbatu lalu pindah dan menetap membuka perkampungan pertama di Dolok Imun.[2]

Raja Naipospos adalah nenek moyang pemersatu marga-marga keturunan Naipospos yakni: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun Lumbanbatu, Marbun Banjarnahor, dan Marbun Lumbangaol. Diyakini para putra-putri Raja Naipospos lahir dan dibesarkan di Dolok Imun. Bekas perkampungannya masih dapat dikunjungi saat ini yakni sebuah lokasi dekat sumber mata air yang dinamai Mual Tabu. Sepeninggal Raja Naipospos, para putra-putri Raja Naipospos tersebar dari Dolok Imun membuka perkampungan di daerah Huta Raja dekat kaki Dolok Imun, hingga ke daerah Sipoholon.

Ada sebuah tradisi yubileum bagi keturunan Naipospos menyelenggarakan sebuah pesta dalam rangka berdoa memohon berkat. Para keturunan Naipospos di seluruh dunia berkumpul bersama di Dolok Imun sekaligus napak tilas mengenang sejarah para nenek moyang generasi awal keturunan Raja Naipospos. Kini, di Dolok Imun terdapat dua prasasti pertanda telah diadakannya pesta oleh keturunan Naipospos yakni tahun 1983 dan 2008. Pesta ini bermula di tahun 1933, ketika seluruh keturunan Naipospos berkumpul di Sipoholon melakukan acara doa bersama memohon berkat.[3]

Berikut ini bagan silsilah keturunan Raja Naipospos sesuai dengan penuturan para tetua dan tokoh adat marga-marga keturunan Naipospos yang bermukim di daerah Dolok Imun, Huta Raja, Sipoholon, sebagai sentral Naipospos.[4]

Raja
Naipospos

Sibagariang
Hutauruk
Simanungkalit
Situmeang
Marbun
Lumban Batu
Banjar Nahor
Lumban Gaol

Referensi

  1. ↑ Bakkara, Arjuna. "Hutan Pinus Dolok Imun Gundul, Warga Kehilangan Sumber Penghidupan Hayati". Tribunnews.com.
  2. ↑ "TAROMBO NAIPOSPOS". Kisah Raja Naipospos dan Keturunannya, tulisan Ricardo Parulian Sibagariang.
  3. ↑ "FORUM DIALOG TAROMBO NAIPOSPOS". website tarombo Naipospos.
  4. ↑ "Tarombo dohot Turiturian ni si Raja Naipospos" (PDF). buku tulisan Haran Sibagariang pada tahun 1953, mantan Kepala Negeri Hutaraja (dalam bahasa Batak).{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan