Senin, 02 November 2026
14:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Doktrin Sinatra

Bagikan:

"Doktrin Sinatra" adalah istilah yang mendeskripsikan kebijakan luar negeri Uni Soviet pada masa kepemimpinan Mikhail Gorbachev. Menurut doktrin ini, negara-negara anggota Pakta Warsawa bebas menentukan urusan dalam negeri mereka. Istilah ini dibuat pada 25 Oktober 1989 oleh juru bicara Kementrian Luar Negeri Gennadi Gerasimov. Ia tampil dalam program televisi Amerika Serikat Good Morning America dan mengatakan kepada pewawancara bahwa "Kita saat ini memiliki doktrin Frank Sinatra. Ia punya lagu I Did It My Way. Jadi setiap negara menentukan sendiri jalan yang akan diambil".

Doktrin ini menggantikan Doktrin Brezhnev yang membatasi urusan dalam negeri negara-negara Blok Soviet. Doktrin Brezhnev telah digunakan untuk menjustifikasi invasi Pakta Warsawa ke Cekoslowakia pada tahun 1968 dan invasi Soviet ke Afganistan pada tahun 1979. Pada akhir tahun 1980-an, masalah struktural dan ekonomi, meningkatnya sentimen anti-komunis, dan dampak negatif perang di Afganistan mempersulit upaya Soviet untuk memaksakan kehendaknya terhadap negara-negara tetangganya.

Proklamasi "Doktrin Sinatra" berdampak besar terhadap blok Soviet. Pemerintah Jerman Timur berharap Soviet akan melakukan intervensi untuk mempertahankan komunisme di Jerman Timur. Namun, akibat doktrin ini, Uni Soviet tidak membantu kaum komunis di Jerman Timur. Beberapa minggu kemudian pemerintahan komunis di Jerman Timur, Cekoslowakia, dan Bulgaria dijatuhkan, dan dua bulan kemudian penguasa komunis di Rumania mengalami nasib yang sama.

Lihat pula

Referensi

  • "'Sinatra Doctrine' at Work in Warsaw Pact, Soviet Says", Los Angeles Times, 1989-10-25
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan