Selasa, 27 Oktober 2026
17:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Djunijanti Peggie

Djunijanti Peggie

Lepidopteris asal Indonesia

Bagikan:
Djunijanti Peggie
Djunijanti_Peggie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1965-06-07)7 Juni 1965
Kota Bogor, Indonesia
AlmamaterUniversitas Nasional (Dra, 1988)
Imperial College London (MSc, 1992)
Cornell University (PhD, 2002)
Karier ilmiah
BidangEntomologi

Djunijanti Peggie (lahir 7 Juni 1965) adalah seorang ahli serangga dengan spesialisasi dalam Lepidoptera Indonesia. Ia adalah peneliti dan kurator Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).[1] Peggie adalah orang Indonesia pertama yang menjadi peneliti kupu-kupu dan penulis buku tentang kupu-kupu.[2] Ia dianggap merupakan ibu kupu-kupu Indonesia.[3]

Latar belakang

Djunijanti Peggie dilahirkan di Bogor, Indonesia. Ia mulai tertarik dengan kupu-kupu ketika ia menjadi bagian dari perhimpunan pecinta alam di SMA. Peggie lulus dari SMA di tahun 1984 dan melanjutkan studi di Universitas Nasional dengan jurusan biologi. Ia mulai bekerja di LIPI di tahun 1990, berharap untuk menerapkan pengalamannya meneliti rayap dan laba-laba. Tak lama setelah bergabung dengan LIPI, Peggie diminta untuk meneliti kupu-kupu karena belum ada ahli kupu-kupu di Indonesia. Ia menerima dengan senang hati.[4]

Setahun setelah menjadi peneliti LIPI, Peggie mendapat kesempatan untuk meneruskan studinya di Imperial College London dengan beasiswa dari British Council. Di London, ia juga melakukan magang di British Museum of Natural History, yang sekarang dikenal sebagai Natural History Museum, London. Selama magang, Peggie bekerja di bawah pengawasan Dr. Dick Vane-Wright, yang menjadi mentornya. Di tahun 1992, Peggie memperoleh gelar S2 di bidang entomologi terapan dan kembali ke Indonesia. Setahun kemudian, ia terpilih untuk menjadi murid S3 di Amerika Serikat dengan beasiswa dari American Museum of Natural History. Peggie lulus dari Cornell University pada tahun 2002 dengan gelar doktor.[5]

Semenjak kembali ke tanah air dan melanjutkan pekerjaannya di LIPI, Peggie telah melakukan upaya signifikan untuk memicu minat publik pada kupu-kupu. Ia menulis panduan praktis untuk kupu-kupu untuk publik Indonesia. Upaya ini berasal dari keinginannya yang kuat untuk menyelamatkan kupu-kupu yang terancam punah dan langka. Peggie berharap jika lebih banyak orang peduli dengan kupu-kupu dan alam, maka akan tersedia lebih banyak tanaman yang penting untuk kelangsungan hidup kupu kupu Indonesia.[6]

Daftar pustaka

Buku:

  • Practical Guide to the Butterflies of Bogor Botanical Garden (2006, dwibahasa)
  • Precious and Protected Indonesian Butterflies (2011, dwibahasa)
  • Mengenal Kupu-kupu (2014)
  • Know Our Butterflies: for Kids (2014, dwibahasa)

Publikasi:

  • Peggie, D.; Amir, M. & Astuti, D. (1991). "Growth and food consumption of Graphium larvae". Zoo Indonesia.
  • Peggie, D.; Vane-Wright, R. I. & Yata, O. (1995). "An illustrated checklist of the pierid butterflies of northern and central Maluku (Indonesia)". The Butterfly Society of Japan. 11: 23-47.
  • Peggie, D.; Rawlins, A. & Vane-Wright, R. I. (2001). "An illustrated checklist of the papilionid butterflies (Lepidoptera: Papilionidae) of northern and central Maluku, Indonesia". Nachrichten des Entomologischen Vereins Apollo. N.F. 26 (1/2): 41–60.
  • Peggie, D. (2002). "Cladistic relationships and systematic overview of the Indo-Australian Heliconiine butterflies (Lepidoptera: Nymphalidae)". Cornell University, Jan.
  • Peggie, D.; Vane-Wright, R. I. & van Mastrigt, H. J. G. (2009). "A new member of the Ideopsis gaura superspecies (Lepidoptera: Danainae) from the Foja Mountains, Papua, Indonesia". Suara Serangga Papua. 3 (4): 1-18.
  • Peggie, D. (2009). "Inventory surveys of nymphalid butterflies in Java, Indonesia". The Nature & Insects. 44 (13): 11-13.
  • Peggie, D. (2014). "Diversitas dan pentingnya kupu-kupu Nusa Kambangan (Jawa, Indonesia)". Zoo Indonesia. 23 (1): 45-55.

Referensi

  1. ↑ "Djunijanti Peggie" Diarsipkan 2019-06-06 di Wayback Machine. Pusat Penelitian Biologi.
  2. ↑ Sofyanti, Astri (21 April 2019). "Djunijanti Peggie, Dedikasikan Separuh Hidupnya untuk Meneliti Kupu-Kupu". Trubus.id. Bogor. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-06. Diakses tanggal 6 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Larasati, Citra (20 April 2019). "Menikmati Peran Ibu Rumah Tangga dan Ibu Kupu-Kupu". Medcom.id. Bogor. Diakses tanggal 6 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Yani, Thalatie K. (1 April 2013). "Pesona si Kupu-kupu Cantik". Media Indonesia. Bogor.
  5. ↑ Puniman, F. X. (24 April 2015). "Inspirasi Hidup dari Kupu-kupu". Kompas. Bogor.
  6. ↑ Kusumastuti, Erma Dwi (14 Februari 2007). "Dr. Djunijanti Peggie, M.Sc.: Pakar Kupu-kupu". Chic Magazine. Bogor.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan