Rabu, 21 Oktober 2026
21:22 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Distrik Benua Empat

Distrik Benua Empat

Bagikan:

Kabupaten Tapin

250px-Lokasi_Kalimantan_Selatan_Kabupaten_Tapin.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-Manuscript_map_of_the_Banjarmasin_region.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Zuid en Ooster Afdeeling van Borneo, Distrik Margasari & Benua Empat no. V
250px-Wilayah-distrik-margasari.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah Distrik Benua Empat (warna kuning) yang jika digabung dengan Distrik Margasari (warna biru) menjadi wilayah Onderafdeeling Benua Ampat dan Margasari kemudian disebut Kawedanan Tapin kemudian menjadi Kabupaten Tapin sekarang.

Distrik Benua Empat/Benoea-ampat[1]/Benoea-Ampat[2]/Benoewa Ampat[3] adalah bekas distrik (kedemangan) yang dibentuk tahun 1863 dan merupakan bagian dari wilayah administratif Onderafdeeling Benua Ampat dan Margasari pada zaman kolonial Hindia Belanda dahulu.[4]

Benua Empat merupakan salah satu daerah Kesultanan Banjar yang terletak di Daerah Aliran sungai Muning.[5]

Banua Ampat terdiri atas empat banua (kampung besar) yaitu:

  1. Banua Padang, (sekarang kecamatan Bungur, Tapin)
  2. Banua Halat, (sekarang kecamatan Tapin Utara, Tapin)
  3. Banua Parigi
  4. Banua Gadung
Tahun Districtshoofd Panghoeloe
1863 Andin Njamat[6] -
1868 Kiai Matarip[1] Hadjie Abdoel Wahit (28 Juli 1862)[1]
1870 Kjahi Matarip[2][3] Hadji Moehammad Amim[2][3]
1899 Kiai Kasuma Wira Negara[7]

Penduduk Benua Empat mendukung Pangeran Antasari mencetuskan Perang Banjar yang pertama kali pada tanggal 11 November 1858. Dewasa ini wilayah bekas distrik Benua Empat dan bekas distrik Margasari, keduanya membentuk wilayah Kabupaten Tapin yang ada sekarang ini. Suku Banjar yang mendiami wilayah bekas distrik ini disebut Orang Banjar Banua Ampat atau Orang Rantau (Bubuhan Rantau), sedangkan suku Dayaknya disebut Dayak Tapin atau Dayak Harakit atau Dayak Bukit Piani, bagian dari Suku Dayak Meratus.

Referensi

  1. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1868). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 41. Lands Drukkery. hlm. 139.
  2. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 43. Lands Drukkery. hlm. 179.
  3. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1871). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 44. Lands Drukkery. hlm. 196.
  4. ↑ (Inggris) The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865
  5. ↑ Radermacher, Jacob Cornelis Matthieu (1826). Beschryving van het eiland Borneo, voor zoo verre het zelve, tot nu toe, bekend is (dalam bahasa Belanda) (Edisi 3). Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. hlm. 46.
  6. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 37. Lands Drukkery. hlm. 148.
  7. ↑ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan