Rabu, 23 September 2026
07:00 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kanguru pohon mbaiso

Kanguru pohon mbaiso

Spesies mamalia

Dingiso[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Infrakelas: Marsupialia
Ordo: Diprotodontia
Famili: Macropodidae
Genus: Dendrolagus
Spesies:
D. mbaiso
Nama binomial
Dendrolagus mbaiso
250px-Dingiso_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jangkauan sebaran dingiso

Kanguru pohon mbaiso[3] /dɪŋˈɡz/ (Dendrolagus mbaiso), juga dikenal sebagai Dingiso,[4] Bondegezou[4] atau Bakaga[4], adalah spesies dari kangguru pohon endemik di Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan di Pulau Papua, Indonesia.

Tim Flannery bersama timnya memberi nama spesies ini mbaiso , yang di dalam bahasa Moni berarti "binatang terlarang", karena kepercayaan lokal bahwa hewan ini adalah roh leluhur mereka. Nama lokal hewan ini adalah bakaga.[5]

Distribusi

Marsupial tinggal pada hutan alpine di Barisan Sudirman, Provinsi Papua. Ia hidup tepat di bawah garis pohon, pada ketinggian 3250–4200 m.

Spesies ini pertama kali difilmkan untuk sebuah episode dokumenter BBC, serial TV South Pacific pada tahun 2009, setelah 11 hari mencari dengan anggota suku Moni lokal.

Deskripsi

Dingiso memiliki pola khas bulu hitam dan putih, memiliki perut putih, dan kepala hitam, punggung dan anggota badan. Tidak seperti kanguru pohon lainnya, ia menghabiskan sedikit waktu di pohon.

Dendrolagus mbaiso secara resmi dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1995 oleh zoologis Museum Australia Tim Flannery, ahli zoologi Indonesia Boeadi, dan antropolog Australia Alexandra Szalay.[6]

Konservasi

Dingiso umum ditemukan di barat karena perlindungan yang diberikan oleh orang-orang Moni kepadanya. Bagi banyak Moni, itu adalah leluhur yang tidak boleh diganggu. Meskipun demikian, Dendrolagus mbaiso adalah spesies terancam dalam Daftar Merah IUCN.

Referensi

  1. Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 60. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. Leary, T.; Seri, L.; Wright, D.; Hamilton, S.; Helgen, K.; Singadan, R.; Menzies, J.; Allison, A.; James, R.; Dickman, C.; Aplin, K.; Flannery, T.; Martin, R.; Salas, L. (2016). "Dendrolagus mbaiso". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T6437A21956108. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T6437A21956108.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-09.
  4. 1 2 3 "Mengenal Dingiso, Kanguru Mirip Beruang yang Dianggap Sakral di Papua". Tempo. 17 Januari 2024 | 11.00 WIB. Diakses tanggal 2026-03-26.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ""Dingiso" Satwa Langka Dari Pegunungan Tengah Papua – TAMAN NASIONAL LORENTZ". tamannasionallorentz.menlhk.go.id. 2017-11-17. Diakses tanggal 2024-01-05.
  6. Flannery, T. F., Boeadi, and A. L. Szalay. (1995). "A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos." Mammalia 59:1 65-84.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan