Sabtu, 10 Oktober 2026
05:12 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Dina Wadia

Bagikan:
Dina Wadia
Lahir(1919-08-15)15 Agustus 1919
Meninggal2 November 2017(2017-11-02) (umur 98)
Pasangan menikahNeville Wadia
AnakNusli Wadia
Orang tuaMuhammad Ali Jinnah
Rattanbai Petit
KeluargaKeluarga Jinnah (melalui kelahiran)
Keluarga Wadia (melalui pernikahan)

Dina Wadia (lahir sebagai Dina Jinnah; 15 Agustus 1919 – 2 November 2017) adalah putri dan anak tunggal pendiri Pakistan, Muhammad Ali Jinnah dan istrinya Rattanbai Petit. Ayahnya adalah bagian dari keluarga Jinnah, sementara ibunya adalah anggota baronet Petit.[1][2][3] Melalui pernikahannya dengan Neville Wadia, ia masuk keluarga Wadia.

Kehidupan awal dan latar belakang

Artikel utama: Keluarga Jinnah dan Keluarga Petit

Wadia lahir di London tak lama setelah tengah malam pada pagi 15 Auustus 1919 dari pasangan pendiri Pakistan, Muhammad Ali Jinnah (yang secara tak resmi dikenal sebagai "Jinnah"), dan istri keduanya Rattanbai Petit.

Kakek buyut pihak ayah Dina, Premjibhai “Meghji” Thakkar, adalah seorang Hindu berkasta Lohana, yang berpindah ke agama Islam, dan menjadi Syiah Khoja, pada abad ke-19. Sementara itu, kakek-nenek pihak ibunya adalah orang Parsi, yang berpisah dengan ibunya, Rattanbai, saat ia menikah dengan Jinnah dan berpindah ke Islam.[4] Kakek-nenek pihak ayahnya berasal dari Gujarat, yang berpindah ke Karachi untuk berbisnis pada pertengahan 1870an, dimana ayahnya, Jinnah lahir.[4] Ayahnya, Jinnah, dan bibinya, Fatima, merupakan figur paling penting dan menonjol di Pakistan, yang memulai gerakan Pakistan.[1] Perjuangan Jinnah untuk umat Muslim kemudian berujung pada pembentukan Pakistan pada 1947. Jinnah menjadi pendiri serta Gubernur Jenderal Pakistan pertama.[3][3] Jinnah dan Fatima masing-masing digelari "Bapak Bangsa" dan "Ibu Bangsa".[2][5]

Bibi Dina, Fatima Jinnah, adalah figur penting dalam pendirian Pakistan. Ibunya, Rattanbai, lahir dalam dua keluarga Parsi kelas elit di India, baronet Petit dan keluarga Tata.[6][7] Dari Petit, kakek buyutnya, Dinshaw Maneckji Petit, adalah baronet pertama Petit dan pendiri pabrik kapas pertama di India.[8] Sementara, dari Tata, kakek buyutnya, Ratanji Dadabhoy Tata, dan saudara kakeknya, Jehangir Tata, adalah ketua Tata Group.[9] Nenek buyutnya, Suzanne Brière, adalah wanita pertama di India yang mengendarai sebuah mobil. Istri pertama Jinnah, Emibai Jinnah, adalah ibu tirinya.[2][5]

Setelah Rattanbai meninggal, Fatima tinggal dengan Jinnah, dan membesarkan kemenakannya, Dina.[6][7] Jinnah membesarkan putrinya sebagai seorang Muslim.[4] Menurut supir Jinnah, Bradbury, Jinnah berkata kepada saudarinya, Fatima, "untuk mengajari kemenakannya, Dina tentang Islam dan Kitab Suci al-Qur'an".[10]

Referensi

  1. 1 2 Biography of Muhammad Ali Jinnah
  2. 1 2 3 The story of Pakistan
  3. 1 2 3 Gujrats gifts to India and Pakistan
  4. 1 2 3 "Muslim law doesn't apply to Jinnah, says daughter". Indian Express. Oktober 14, 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Guriro, Amar (30 Juni 2009). "Aslam Jinnah's claim of being Quaid's family disputed". Daily Times. Diakses tanggal 11 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "Closed fist worth millions". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-06-24. Diakses tanggal 2016-11-07.
  7. 1 2 Dr. Babasaheb Ambedkar, Writings and Speeches, Volume 17, Issue 2, Education Department, Government of Maharashtra, 2003, p. 339
  8. ↑ Business baron Nusli Wadia attends to his ailing mother
  9. ↑ The truth about Aslam Jinnah, Dawn, Liaquat Merchant, (the grandson of Maryam Bai, one of Quaid-e-Azam’s sisters), JUL 10, 2009
  10. ↑ "Jinnah & Islam" - Mr. Qutbuddin Aziz quoting Bradbury who had been chauffeur during his London years (1930-35)

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan