Rabu, 23 September 2026
12:12 WIB
TERKINI
Megapolitan Kisah Inspiratif Ayah Temani Anak Berburu Kerja di Job Fair Jakarta Nasional Latihan Udara Indonesia-Prancis: Rafale Isi BBM di Langit Halim, A400M Manuver Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Megapolitan Kisah Inspiratif Ayah Temani Anak Berburu Kerja di Job Fair Jakarta Nasional Latihan Udara Indonesia-Prancis: Rafale Isi BBM di Langit Halim, A400M Manuver Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan
Tumbuhan berumah dua

Tumbuhan berumah dua

seperti pohon ganja

500px-Monoecy_dioecy_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis mekanisme dasar penyerbukan pada bunga

Tumbuhan berumah dua[nb 1] (bahasa Inggris:dioecy), dalam ilmu botani, adalah sebutan untuk pohon dengan "jantan" dan "betina" terpisah pada pohon yang berbeda.[1][2]

Pada tumbuhan jenis ini, jika hanya memiliki perbungaan jantan saja maka ia tidak bisa dibuahi sehingga tidak akan menghasilkan buah.[3]

Reproduksi dwirumah adalah reproduksi biparental, dioecious merupakan alogami (persilangan) dan tidak termasuk autogami[4]

Etimologi

Dalam nama ilmiahnya "Dioecious", berasal dari (Greek: διοικία "berumah dua"; bentuk kata sifat: dioecious)

Reproduksi

Dalam reproduksi, tumbuhan berumah dua memerlukan bantuan eksternal seperti bantuan dari air, angin, hewan, atau bahkan manusia untuk membantu penyerbukannya. Hal ini disebabkan serbuk sari dari tumbuhan dengan bunga jantan perlu dibawa untuk menuju ke tumbuhan yang memiliki putik atau bunga betina agar dapat terjadinya fertilisasi.

Tanaman dioesi

Sekitar 6 % dari spesies angiospermae merupakan dioesi dan sekitar 7% dari genera angiospermae merupakan spesies dioesi [5] Contoh spesies tanaman dioecious meliputi ginkgo, dedalu, cannabis dan pohon jati Afrika.

Dwirumah terdapat di berbagai keluarga tumbuhan. Namun lebih umum pada tanaman kayu [6] dan spesies Heterotrof.[7] Ganggang tertentu bersifat dwirumah.[8]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. bahasa Inggris: dioecy, kata sifat: dioecious

Referensi

  1. "dioecious - Kew glossary". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-05. Diakses tanggal 4 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Hickey, M. & King, C. (2001). The Cambridge Illustrated Glossary of Botanical Terms. Cambridge University Press.
  3. Yuk Kenali Jenis Tumbuhan Berumah Satu dan Dua
  4. Charlesworth D, Willis JH (2009). "The genetics of inbreeding depression". Nat. Rev. Genet. 10 (11): 783–96. doi:10.1038/nrg2664. PMID 19834483.
  5. Renner, S. S.; R. E. Ricklefs (1995). "Dioecy and its correlates in the flowering plants". American Journal of Botany. 82 (5): 596–606. doi:10.2307/2445418. JSTOR 2445418.
  6. "High abundance of dioecious plants in a tropical coastal vegetation", American Journal of Botany, 92 (9): 1513–1519, 2005, doi:10.3732/ajb.92.9.1513, PMID 21646169{{citation}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan[pranala nonaktif permanen]
  7. Nickrent D.L., Musselman L.J. (2004). "Introduction to Parasitic Flowering Plants". The Plant Health Instructor. doi:10.1094/PHI-I-2004-0330-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-05. Diakses tanggal 2017-01-10.
  8. Maggs, C.A. and Hommersand, M.H. 1993. Seaweeds of the British Isles Volume 1 Rhodophyta Part 3A Ceramiales. The Natural History Museum, London. ISBN0-11-310045-0


Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan