Minggu, 08 November 2026
16:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tumbuhan berumah dua

Tumbuhan berumah dua

seperti pohon ganja

Bagikan:
500px-Monoecy_dioecy_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis mekanisme dasar penyerbukan pada bunga

Tumbuhan berumah dua[nb 1] (bahasa Inggris:dioecy), dalam ilmu botani, adalah sebutan untuk pohon dengan "jantan" dan "betina" terpisah pada pohon yang berbeda.[1][2]

Pada tumbuhan jenis ini, jika hanya memiliki perbungaan jantan saja maka ia tidak bisa dibuahi sehingga tidak akan menghasilkan buah.[3]

Reproduksi dwirumah adalah reproduksi biparental, dioecious merupakan alogami (persilangan) dan tidak termasuk autogami[4]

Etimologi

Dalam nama ilmiahnya "Dioecious", berasal dari (Greek: διοικία "berumah dua"; bentuk kata sifat: dioecious)

Reproduksi

Dalam reproduksi, tumbuhan berumah dua memerlukan bantuan eksternal seperti bantuan dari air, angin, hewan, atau bahkan manusia untuk membantu penyerbukannya. Hal ini disebabkan serbuk sari dari tumbuhan dengan bunga jantan perlu dibawa untuk menuju ke tumbuhan yang memiliki putik atau bunga betina agar dapat terjadinya fertilisasi.

Tanaman dioesi

Sekitar 6 % dari spesies angiospermae merupakan dioesi dan sekitar 7% dari genera angiospermae merupakan spesies dioesi [5] Contoh spesies tanaman dioecious meliputi ginkgo, dedalu, cannabis dan pohon jati Afrika.

Dwirumah terdapat di berbagai keluarga tumbuhan. Namun lebih umum pada tanaman kayu [6] dan spesies Heterotrof.[7] Ganggang tertentu bersifat dwirumah.[8]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ bahasa Inggris: dioecy, kata sifat: dioecious

Referensi

  1. ↑ "dioecious - Kew glossary". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-05. Diakses tanggal 4 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Hickey, M. & King, C. (2001). The Cambridge Illustrated Glossary of Botanical Terms. Cambridge University Press.
  3. ↑ Yuk Kenali Jenis Tumbuhan Berumah Satu dan Dua
  4. ↑ Charlesworth D, Willis JH (2009). "The genetics of inbreeding depression". Nat. Rev. Genet. 10 (11): 783–96. doi:10.1038/nrg2664. PMID 19834483.
  5. ↑ Renner, S. S.; R. E. Ricklefs (1995). "Dioecy and its correlates in the flowering plants". American Journal of Botany. 82 (5): 596–606. doi:10.2307/2445418. JSTOR 2445418.
  6. ↑ "High abundance of dioecious plants in a tropical coastal vegetation", American Journal of Botany, 92 (9): 1513–1519, 2005, doi:10.3732/ajb.92.9.1513, PMID 21646169{{citation}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ Nickrent D.L., Musselman L.J. (2004). "Introduction to Parasitic Flowering Plants". The Plant Health Instructor. doi:10.1094/PHI-I-2004-0330-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-05. Diakses tanggal 2017-01-10.
  8. ↑ Maggs, C.A. and Hommersand, M.H. 1993. Seaweeds of the British Isles Volume 1 Rhodophyta Part 3A Ceramiales. The Natural History Museum, London. ISBN0-11-310045-0


Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan