Minggu, 01 November 2026
10:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dialek bahasa Jerman

Dialek bahasa Jerman

sekumpulan dialek

Bagikan:
250px-German_dialect_continuum_in_1900_%28according_to_Wiesinger_%26_K%C3%B6nig%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah dialek-dialek Jerman pada tahun 1900, termasuk seluruh varietas Jermanik Barat menggunakan Jerman Baku sebagai bahasa literatur mereka:[1][2][3][4]
  Frisia

Dialek-dialek Jerman adalah berbagai varietas tradisional setempat dari bahasa Jerman. Meskipun beragam untuk setiap daerah, dialek-dialek di sisi selatan Jerman di bawah garis Benrath didominasi oleh persebaran geografis dari pergeseran konsonan Jerman Tinggi, dan kesinambungan dialek yang menghubungkan bahasa Jerman dengan varietas-varietas yang bertetanggaan, Franka Rendah (Belanda) dan Frisia.

Varietas-varietas Jerman umumnya dikelompokkan dalam Jerman Hulu, Jerman Tengah dan Jerman Rendah; Jerman Hulu dan Tengah membentuk subkelompok Jerman Tinggi. Jerman Baku adalah bentuk baku dari Jerman Tinggi, yang dikembangkan pada zaman modern awal didasarkan dari kombinasi varietas-varietas Jerman Tengah dan Jerman Hulu.

Rujukan

  1. ↑ W. Heeringa: Measuring Dialect Pronunciation Differences using Levenshtein Distance. University of Groningen, 2009, pp. 232–234.
  2. ↑ Peter Wiesinger: Die Einteilung der deutschen Dialekte. In: Werner Besch, Ulrich Knoop, Wolfgang Putschke, Herbert Ernst Wiegand (Hrsg.): Dialektologie. Ein Handbuch zur deutschen und allgemeinen Dialektforschung, 2. Halbband. de Gruyter, Berlin / New York 1983, ISBN 3-11-009571-8, pp. 807–900.
  3. ↑ Werner König: dtv-Atlas Deutsche Sprache. 19. Auflage. dtv, München 2019, ISBN 978-3-423-03025-0, pp. 230.
  4. ↑ C. Giesbers: Dialecten op de grens van twee talen. Radboud Universiteit Nijmegen, 2008, pp. 233.

Pranala luar

Templat:Varietas bahasa

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan