Rabu, 04 November 2026
01:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Garis Benrath

Garis Benrath

Bagikan:
330px-Benrather_und_Speyerer_Linie.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para garis Benrather (maken/machen) dan garis Speyerer (Appel/Apfel), yang isoglosses utama Jerman Barat kontinental.

Garis Benrath merupakan sebuah garis pembagi dialek (isoglos) di daerah bahasa Jerman (dan bahasa Belanda) bagi dialek-dialek yang telah mengalami pergeseran bunyi dari /k/ ke /x/ (dari "k" ke "ch") setelah vokal panjang dan bagi dialek-dialek yang tidak mengalaminya. Untuk ini telah dipilih kata-kata maken/machen. Nama Benrath diambil dari sebuah desa di dekat kota Düsseldorf di mana garis ini lewat.

Di utara garis ini terletak apa yang disebut dengan istilah varian-varian bahasa Jerman Hilir. Garis ini bermula pada perbatasan antara bahasa Jermanik dan bahasa Roman di sebelah selatan Eupen, Belgia, dan berlanjut terus ke sebelah utara perbatasan Belanda-Jerman. Konsekuensinya ialah bahwa dialek Eupen (di mana bahasa Jerman merupakan bahasa resmi) dianggap sebagai bahasa Jerman Hilir sementara dialek-dialek di kota-kota Belanda seperti Vaals, Bocholtz dan Kerkrade yang terletak di sebelah timur garis ini, termasuk bahasa Jerman Tengahan. Di Jerman garis ini berlanjut ke sebelah barat laut sampai ke perbatasan Oder-Neisse; zaman dahulu garis ini juga berlanjut sampai ke Warmia (di sebelah selatan Königsberg). Daerah bahasa Jerman Hilir mencakup hampir seluruh Belanda dan Flandria dan negara-negara bagian Schleswig-Holstein, Hamburg, Bremen, Niedersachsen, Nordrhein-Westfalen, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen-Anhalt, Brandenburg, dan Berlin. Sebagian mantan wilayah Jerman di sebelah timur yang sekarang terletak di Polandia juga termasuk daerah ini.

Varian-varian bahasa yang telah mengalami pergeseran bunyi Jermanik kedua hanya sebagian saja, ditemukan dari sebuah daerah yang bermula dari Limburg, Belgia sampai ke timur sungai Rhein dan dari Venlo sampai ke sungai Moezel. Karena isoglos-isoglos ini mirip dengan sebuah kipas yang dibuka maka daerah isoglos ini disebut dengan istilah "Kipas Rhein". Sebagian terletak di utara Garis Benrath, pada kebanyakan dialek bahasa Limburg, digunakan sebagai contoh kata-kata ich ("saya") dan ouch ("juga") (bahasa Belanda ik dan ook), tetapi pada kata-kata lain, fonem /k/ dilestarikan. Garis isoglos untuk kata ik/ich ini disebut sebagai Garis Uerdingen. Garis ini merupakan garis samping dari Garis Benrath.

Dialek-dialek Brandenburg selatan (di mantan Jerman Timur) pada abad ke-20 menjadi lebih mirip bahasa Jerman Hulu, sehingga Garis Benrath di sana bergerak ke arah utara. Namun di sana tetap dipergunakan kata ick sehingga situasinya terbalik dengan apa yang ada di (contohnya) Maastricht.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan