Kamis, 08 Oktober 2026
18:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Bahasa Jawa Semarang

Bahasa Jawa Semarang

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Jawa Semarang
ꦧꦱꦗꦮꦶꦱꦼꦩꦫꦁ
Basa Jawi Sêmarang
Dituturkan di40px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Indonesia
Wilayah
EtnisJawa
Penutur
± 6,5 juta
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Posisi bahasa Jawa Semarang dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Aksara Jawa
Abjad Pegon
Alfabet Latin
Status resmi
Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologsema1270
Lokasi penuturan
Locator_karesidenan_semarang.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Wilayah Kedungsepur di mana dialek Semarang dipertuturkan secara dominan.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

08.13, Kamis, 8 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jawa Semarang atau Dialek Semarang (bahasa Jawa:ꦧꦱꦗꦮꦶꦱꦼꦩꦫꦁ translit. Basa Jawi Sêmarang) adalah dialek bahasa Jawa modern yang dituturkan di wilayah Kedungsepur atau Jawa Tengah dan sekitarnya. Dialek ini memiliki kemiripan yang paling tinggi dengan bahasa Jawa Surakarta (Surakarta-Yogyakarta).[1] Namun lebih kentara dalam menyerap kosakata asingnya karena dipengaruhi letak teritorialnya yang berada di pesisir utara pulau Jawa. Selain itu, budaya heterogen daerah pesisir membuat perbendaharaan kosakatanya makin beragam.[1] Bahasa Jawa Semarang juga merupakan turunan dari Bahasa Jawa Pertengahan dan memiliki banyak kemiripan dengan dialek bahasa Jawa modern lainnya terutama rumpun dialek Tengahan.

Kosakata

Letak daerah Semarang yang secara geografis merupakan daerah heterogen karena meliputi wilayah pesisir dan pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ngoko, ngoko andhap dan madyå di Semarang ada pada zaman sekarang.

  • Frasa: "Yo ora.." (Ya tidak) dalam dialek semarang menjadi "Yo orak to ". Kata ini sudah menjadi dialek sehari-hari para penduduk Semarang.
  • Contoh lain: " kuwí ugå" (itu juga) dalam dialek Semarang menjadi "kuwi barang" ("barang" diucapkan sampai sengau memakai huruf h "bharhang").

Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frasa, misalnya Lampu abang ijo (lampu lalu lintas) menjadi "Bang-Jo", Limang rupiyah (5 rupiah) menjadi "mang-pi", kebun binatang menjadi "Bon-bin", seratus (100) menjadi "nyatus/satus", dan sebagainya. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lěl" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Gé-bat" tetapi bisa diucapkan dengan “dung batu”, dsb.

Namun ada juga kalimat-kalimat yang disingkat, contohnya; "Kae lho pak mu Nodri" artinya "Itu lho pamanmu dari Wonodri". "Arep numpak Kijang kol" artinya akan menumpang omprengan. Zaman dulu kendaraan omprengan biasa menggunakan mobil merk "Colt", disebut "kol" maka setelah diganti "Toyota Kijang" menjadi Kijang-kol. Apa lacur kini ada yang menjadi "mercy-kol".

Adanya para warga/budaya yang heterogen dari Jawa, Tiongkok, Arab, Pakistan/India juga memiliki sifat terbuka dan ramah di Semarang tadi, juga akan menambah kosakata dan dialektik Semarang di kemudian hari. Adanya bahasa Jawa yang dipergunakan hampir sama dengan bahasa Jawa baku, mirip dengan di daerah Solo. Artinya, jika orang Sragen, Karanganyar, Boyolali pergi ke kota Semarang akan mudah dan komunikatif berkomunikasi dengan penduduknya.

Dialek Semarang memiliki kata-kata yang khas yang sering diucapkan penuturnya dan menjadi ciri tersendiri yang membdakan dengan dialek Jawa lainnya. Orang Semarang suka mengucapkan kata-kata seperti "Piyé, jal?" (=Bagaimana, coba?) dan "Yo, městi!". Orang semarang lebih suka menggunakan kata "He'e" daripada "Yo". Pengucapan kata "sedelok" (sebentar), biasanya Orang Semarang lebih sering menggunakan kata "sědiluk, diluk, dilit" atau yang paling singkat adalah “sek”. Contoh : "Sědiluk, yo." (Sebentar, ya).

Orang Semarang juga lebih banyak menggunakan partikel "ik" untuk mengungkapkan kekaguman atau kekecewaan yang sebenarnya tidak dimiliki oleh bahasa Jawa. Misalnya untuk menyatakan kekaguman:"Alangkah indahnya!", orang Semarang berkata: "Apík, ik!". Contoh lain untuk menyatakan kekecewaan: "Sayang, orangnya pergi!", orang Semarang berkata: "Wòngé lungo, ik"!.

Partikel "ik" kemungkinan berasal dari kata "iku" yang berarti "itu' dalam bahasa Jawa, sehingga untuk mengungkapkan kesungguhan orang Semarang mengucapkan "He'e, ik!" atau "Yo, ik".

Beberapa kosakata khas Semarang adalah: "sêmèh" Yang berarti "ibu" dan "sêbèh" yang berarti "ayah", yang dalam dialek Jawa yang lain, "sěbèh" sering dipakai dalam arti "mantra" atau "guna-guna"

Di Semarang tahun 1980-an mulai dikenal kata "Rob" yang berarti naiknya air laut atau banjir air laut. Dan sekarang kata "Rob" digunakan sebagai Bahasa Indonesia.

Referensi

  1. 1 2 Sudjati (1976). Bahasa Jawa dialek Semarang : laporan penelitian untuk Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Semarang: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC 220222345.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan