Selasa, 13 Oktober 2026
17:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Diagram Hasse

Diagram Hasse

Bagikan:
Visual depiction of a partially ordered setTemplat:SHORTDESC:Visual depiction of a partially ordered set
Artikel ini bukan mengenai diagram Hess.
250px-Inclusion_ordering.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Himpunan kuasa dari himpunan 2-elemen yang diurutkan berdasarkan operasi subset (inklusi).

Dalam teori order, diagram Hasse (/ˈhæsə/; Jerman:[ˈhasə]) adalah sebuah tipe diagram matematika yang digunakan untuk menyatakan sebuah himpunan terurut parsial berhingga, dalam bentuk gambar reduksi transitifnya. Lebih spesifik, untuk sebuah himpunan terurut parsial ( S , ≤ ) {\displaystyle (S,\,\leq )} {\displaystyle (S,\,\leq )}, setiap elemen dari S {\displaystyle S} {\displaystyle S} akan merepresentasikan sebuah simpul; dan segmen garis/kurva yang naik dari x {\displaystyle x} {\displaystyle x} dan y {\displaystyle y} {\displaystyle y} digambarkan ketika x ≠ y {\displaystyle x\neq y} {\displaystyle x\neq y} dan y {\displaystyle y} {\displaystyle y} menutupi (covers) x {\displaystyle x} {\displaystyle x} (tidak ada z {\displaystyle z} {\displaystyle z} sehingga x ≤ z ≤ y {\displaystyle x\leq z\leq y} {\displaystyle x\leq z\leq y}). Kurva-kurva ini dapat saling bersilangan, tetapi tidak boleh menyentuh simpul-simpul apapun selain titik-titik ujungnya. Diagram yang dibuat dengan cara tersebut, dengan simpul-simpul berlabel, secara unik menentukan urutan parsial himpunan.

Diagram-diagram ini dinamai Helmut Hasse (1898-1979). Menurut GarrettBirkhoff (1948), diagram-diagram ini dinamakan demikian karena Hasse menggunakannya dengan efektif. Walaupun demikian, Hasse bukanlah yang pertama menggunakan diagram ini. Salah satu contoh yang mendahului Hasse dapat ditemukan pada Henri GustavVogt (1895). Meskipun diagram Hasse pada awalnya dirancang sebagai teknik untuk membuat gambar himpunan terurut parsial dengan tangan, tetapi baru-baru ini dapat dibuat secara otomatis dengan menggunakan teknik penggambaran graf.[1]

Istilah "diagram Hasse" juga dapat merujuk kepada reduksi transitif sebagai sebuah graf asiklik terarah yang abstrak, terlepas dari penggambaran apapun dari graf tersebut; penggunaan istilah tersebut dihindari di artikel ini.[2][3][4]

Desain diagram

Meskipun diagram Hasse adalah alat yang sederhana dan juga intuitif untuk berurusan dengan poset berhingga, secara implementasi agak sulit untuk dapat menggambar diagram Hasse yang "baik". Secara umum, hal ini akibatkan oleh banyaknya cara yang mungkin untuk menggambar diagram untuk poset yang diberikan. Teknik menggambar sederhana yang dimulai dari elemen-elemen minimal suatu urutan, dan kemudian menggambar elemen-elemen yang lebih besar secara bertahap, sering kali menghasilkan hasil yang sangat buruk: simetri dan struktur internal urutan mudah hilang.

Contoh berikut ini menunjukkan masalah tersebut. Pertimbangkan himpunan kuasa dari himpunan 4-elemen yang diurutkan berdasarkan inklusi ⊆ {\displaystyle \subseteq } {\displaystyle \subseteq }. Di bawah ini adalah empat diagram Hasse yang berbeda untuk urutan parsial ini. Setiap himpunan bagian memiliki simpul yang diberi label dengan pengkodean biner yang menunjukkan apakah elemen tertentu ada di dalam subset (1) atau tidak (0):

250px-Hypercubeorder_binary.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail     330px-Hypercubecubes_binary.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail     250px-Hypercubestar_binary.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail     250px-Hypercubematrix_binary.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Diagram pertama memperjelas bahwa himpunan kuasa adalah graded poset. Diagram kedua memiliki struktur graded yang sama, tetapi dengan membuat beberapa sisi lebih panjang dari yang lain, diagram ini menekankan bahwa kubus 4-dimensi adalah gabungan kombinatorial dari dua kubus 3-dimensi. Diagram ketiga menunjukkan beberapa simetri internal dari struktur. Pada diagram keempat, simpul-simpul disusun seperti elemen-elemen dari matriks 4×4.

Catatan kaki

  1. ↑ E.g., see Di Battista & Tamassia (1988) and Freese (2004).
  2. ↑ Christofides, Nicos (1975), Graph theory: an algorithmic approach, Academic Press, hlm. 170–174.
  3. ↑ Bang-Jensen, Jørgen (2008), "2.1 Acyclic Digraphs", Digraphs: Theory, Algorithms and Applications, Springer Monographs in Mathematics (Edisi 2nd), Springer-Verlag, hlm. 32–34, ISBN 978-1-84800-997-4.
  4. ↑ Thulasiraman, K.; Swamy, M. N. S. (1992), "5.7 Acyclic Directed Graphs", Graphs: Theory and Algorithms, John Wiley and Son, hlm. 118, ISBN 978-0-471-51356-8.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hasse diagrams.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan