Rabu, 28 Oktober 2026
20:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Diabetes insipidus

suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia.

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Diabetes.
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Diabetes insipidus
SpesialisasiEndokrinologi, Nefrologi, Genetika kedokteran, Bedah saraf Sunting ini di Wikidata
Frekuensi1%

Diabetes insipidus (DI) adalah suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia. Jenis DI yang paling sering dijumpai adalah DI sentral, yang disebabkan oleh defisiensi arginina pada hormon AVP. Jenis kedua adalah DI nefrogenis yang disebabkan oleh kurang pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik, seperti AVP.

Penyebab

Diabetes insipidus sentral disebabkan kerusakan pada hipofisis sehingga mengganggu penyimpanan dan pelepasan hormon APV. Kerusakan hipofisis dapat disebakan oleh kecelakaan, pembedahan saraf, atau kelainan genetik.

Diabetes insipidus nefrogenis disebabkan ketidakmampuan ginjal merespons hormon APV. Kemapuan ginjal merespon hormon APV dapat terganggu akibat penggunaan obat seperti litium, antifungi, atau antibiotik maupun penyakit kronis seperti penyakit ginjal polikistik, anemia sel sabit , gagal ginjal, penyumbatan parsial uterus, hipokalemia, dan penyakit genetik turunan.[1]

Epidemiologi

Kasus diabetes insipidus jarang ditemukan dengan prevalensi 1:25.000.[2] Penyakit ini umum terjadi pada pasien yang mendapatkan bedah saraf seperti bedah kelenjar pituitari, pendarahan subarachnoid, dan cedera otak traumatik.

Patogenesis

Diabetes insipidus disebabkan gangguan pada pelepasan atau sensitivitas terhadap hormon APV yang dihasilkan pada kelenjar pituitari prosterior. Hormon APV berperan dalam regulasi keseimbangan cairan tubuh. Pada pasien diabetes isipidus akan terjadi ketidakseimbangan elektrolit, kekurangan air disertai oleh perubahan osmolalitas pada serum dan urin.

Gejala

Gejala umum yang timbul pada pasien dengan diabetes insipidus adalah:

  • Sering buang air kecil pada siang dan malam hari
  • Peningkatan volume urin
  • Urin berwarna terang
  • Mudah merasa haus dan peningkatan kosumsi air[3]

Pemeriksaan

Ada beberapa pemeriksaan pada diabetes insipidus, antara lain: pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah tes deprivasi air. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktik dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium), dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis diabetes insipidus makin kuat jika sebagai respons terhadap hormon antidiuretik:

  • pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
  • tekanan darah naik
  • denyut jantung kembali normal.

Apa pun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada diabetes insipidus sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada diabetes insipidus nefrogenik tidak terjadi apa-apa.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Hui, Channing; Myra, Khan; Jared, M. Radbel (16 Juni 2021). "Diabetes Insipidus". NCBI. Diakses tanggal 7 Februari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Di lorgi, Nataschia (2012). "Diabetes Insipidus: Diagnosis and Management". Hormone Research in Paediatrics. 77 (2): 69–84. doi:10.1159/000336333.
  3. ↑ Levy, Miles; John, Wass (28 Februari 2019). "Diabetes Insipidus". BMJ. doi:10.1136/bmj.l321.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan