Minggu, 04 Oktober 2026
02:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Dʰéǵʰōm

Dewi bumi dalam mitologi Proto Indo-Eropa

Bagikan:

*Dʰéǵʰōm (Proto-Indo-Eropa: *dʰéǵʰōm or *dʰǵʰōm; lit. 'bumi'),[1][2] atau *Pleth₂wih₁ (PIE: *pleth₂wih₁, lit. 'Yang Luas'),[3][4] adalah nama yang direkonstruksi dari nama dewi Bumi dalam mitologi Proto-Indo-Eropa.

Ibu Alam, atau Ibu Pertiwi (*Dʰéǵʰōm Méh₂tēr) umumnya digambarkan sebagai tempat tinggal manusia yang luas (*pleth₂wih₁) dan gelap (*dʰengwo-), yang menanggung segala sesuatu dan semua makhluk. Dia sering dipasangkan dengan Dyēus, langit siang hari dan tempat duduk para dewa surgawi, ia juga kekal dan tidak pernah mati, keduaanya merupakan dua sisi berlawanan yang bersatu, karena hujan Dyēus yang menyuburkan dapat menumbuhkan makanan dan kemakmuran bagi penduduk Bumi. Dʰéǵʰōm juga diasosiasikan dalam tradisi Indo-Eropa dengan kesuburan, pertumbuhan, dan kematian, dan dianggap sebagai asal-muasal dan tempat tinggal terakhir manusia.

Referensi

  1. ↑ Mallory & Adams 2006, hlm. 99.
  2. ↑ De Vaan 2008, hlm. 292. sfn error: tanpa target: CITEREFDe_Vaan2008 (bantuan)
  3. ↑ Jackson 2002, hlm. 80–81.
  4. ↑ West 2007, hlm. 174–175, 178–179.

Bibliografi

Bacaan lanjutan

  • Bodewitz, Henk (2019). "The Waters in Vedic Cosmic Classifications". Vedic Cosmology and Ethics. Vol. 19. Brill. hlm. 37–45. ISBN 9789004398641. JSTOR 10.1163/j.ctvrxk42v.9.
  • Burrow, T. (1959). "On the Phonological History of Sanskrit kṣám- 'Earth,' ṛ́kṣa- 'Bear' and likṣá̄ 'Nit'". Journal of the American Oriental Society. 79 (2): 85–90. doi:10.2307/595849. JSTOR 595849.
  • Dundulienė, Pranė (1976). "Žemė lietuvių tikėjimuose ir liaudies mene. In: Istorija 16.1: 129-153.
  • Hamp, Eric P. (1990). "Albanian dhē 'earth'". Historische Sprachforschung. 103 (2): 289–292. JSTOR 40848998.
  • Hamp, Eric P. "On the Paradigm of OIr. dú". In: Zeitschrift für celtische Philologie 44, no. 1 (1991): 76-78. https://doi.org/10.1515/zcph.1991.44.1.76
  • Kretschmer, Paul (1931). "Χϑών". Glotta. 20 (1/2): 65–67. JSTOR 40265301.
  • Meier-Brügger, Michael (1977). "Lateinisch humī und domī". Zeitschrift für Vergleichende Sprachforschung. 91 (1): 159–165. JSTOR 40848521.
  • Oettinger, Norbert. "Die 'dunkle Erde' Im Hethitischen Und Griechischen: Alfred Heubeck Zum Gedächtnis (20.7. 1914–24.5. 1987)". In: Die Welt Des Orients 20/21 (1989): 83-98. Accessed April 27, 2021. http://www.jstor.org/stable/25683330.
  • Rico, Christophe. "L'équivalence χθών: sk. kşám. Nouvelle approche d'un vieux débat". In: Indogermanische Forschungen 109, issue 2004 (2004): 61-111. https://doi.org/10.1515/16130405.61
  • Steer, Thomas. "Uridg. *dh(e)ǵhōm 'Erde' und *ǵʰ(e)i̯ōm 'Winter'". In: Indogermanische Forschungen 118, no. 2013 (2013): 55-92. https://doi.org/10.1515/indo.2013.118.2013.55
  • Toporov, Vladimir N.. "К реконструкции балто-славянского мифологического образа Земли-Матери *Zemi̯a & *Mātē (Mati)" [Towards a reconstruction of the Balto-Slavic mythological image of Earth Mother *Zemia & *Mate (Mati)]. In: Балто-славянские исследования. 1998–1999. ХIV. Москва: 2010 [2000]. pp. 241-371. ISBN978-5-9551-0388-4
  • Willi, Andreas (2007). "Demeter, Gê, and the Indo-European word(s) for 'earth'". Historische Sprachforschung. 120: 169–194. doi:10.13109/hisp.2007.120.1.169. ISSN 0935-3518. JSTOR 40849297.
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan