Rabu, 23 September 2026
09:48 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis

Dharmasetu

Dharmasetu adalah nama seorang raja yang disebutkan dalam Prasasti Nalanda (k. 860 M) di India,[1] yaitu dari wangsa ksatria Somawangsa.[2] Dalam prasasti tersebut disebutkan pula bahwa Dharmasetu adalah ayah dari Tara,[1] yang menikah dengan Samaragrawira dari Wangsa Sailendra di Jawadwipa (Jawa).[2] Pernikahan tersebut menurunkan Balaputradewa,[2] yang menjadi maharaja di Swarnadwipa (Sumatra, atau Sriwijaya), serta menyumbang pendirian pertapaan di Nalanda, Benggala, semasa pemerintahan Raja Dewapaladewa dari Wangsa Pala.[2]

Dalam Prasasti Nalanda tidak disebutkan dengan jelas, apakah Dharmasetu adalah raja di Jawa atau di Sumatra.[3]

Sejarawan Krom dan Bosch berpendapat bahwa Dharmasetu adalah tokoh raja Sriwijaya yang mendirikan tiga bangunan pemujaan bodhisatwa di Ligor, sebagaimana tercatat pada Prasasti Ligor A, yang kini tersimpan di kuil Wat Sema Mueang, Thailand.[4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Journal of Indian History (dalam bahasa Inggris). Department of History, University of Kerala. 1973. hlm. 15.
  2. 1 2 3 4 Muljana, Slamet (1981). Kuntala, Sriwijaya dan Suwarnabhumi. Yayasan Idayu. hlm. 144, 160, 184.
  3. Muljana, Slamet (1981). hlm. 161.
  4. Cœdès, George; Damais, Louis Charles (1989). Kedatuan Sriwijaya: penelitian tentang Sriwijaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 9789798041129.
  5. Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula (dalam bahasa Inggris). Continental Sales, Incorporated. hlm. 131. ISBN 9789814155670.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan