Selasa, 13 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Wat Sema Mueang

bangunan kuil di Thailand

Bagikan:
Kuil in Nakhon Si Thammarat, ThailandTemplat:SHORTDESC:Kuil in Nakhon Si Thammarat, Thailand
Wat Sema Mueang
Kuil
NegaraThailand
Pemerintah ProvinsiNakhon Si Thammarat
Zona waktuUTC+7 (Bangkok)

Wat Sema Mueang adalah kuil tertua di Provinsi Nakhon Si Thammarat dan merupakan situs bersejarah di Tambon Nai Sema, sekitar 37 km dari kota Nakhon Si Thammarat.[1]

Wat Sema Mueang merupakan sebuah komplek tempat peribadatan agama Buddha. Di bagian tengah komplek terdapat aula dengan diding yang separuh bagian terbuat dari beton dengan tinggi satu setengah meter. Bagian atas diding berupa teralis kawat sebagai ventilasi udara. Teralis ini dibuat agar orang dapat melihat ke dalam ruangan dan sebaliknya. Tempat ini digunakan para biksu sebagai tempat sarapan dan berdiskusi[2] setelah berkeliling kota untuk menerima sedekah dari masyarakat.

Di bagian tengah komplek, terdapat bangunan seluas kamar, berpintu kaca. Di dalam kamar, dijajarkan arca Buddha dan patung para biksu yang berjasa bagi kuil ini.[2]

Di depan kamar diletakkan replika piagam batu (prasasti) Wat Sema Mueang. Piagam batu ini berada di dalam kaca persegi. Piagam terbuat dari batu pasir dengan tinggi 104 sentimeter, lebar 50 sentimeter, tebal 9 sentimeter. Kedua sisi batu dipahat dengan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Tepat di sebelah prasasti ada plat logam bertulisan keterangan dalam bahasa Thai.[2] Prasasti asli disimpan di Museum Nasional Bangkok dengan nama Wat Sema Mueang, kode NS9.[3]

Prasasti

Artikel utama: Prasasti Ligor

Prasasti ini, yang dikenal sebagai Prasasti Ligor, bertarikh tahun 775. Pada sisi muka (sisi A) piagam terdapat 29 baris tulisan dan pada sisi belakang (sisi B) terdapat empat baris.

Sisi A berisi puji-pujian terhadap keagungan raja Sriwijaya. Raja tersebut memberi titah kepada biksu Jayanta agar mendirikan trisamaya-caitya (tiga bagunan suci) untuk pemujaan Sakyamuni (Buddha), Bodhisattwa Padmapani, dan Bodhisattwa Wajrapani. Ketika biksu Jayanta wafat, biksu Adhimukti mendirikan dua caitya (stupa) lainnya.[3]

Sisi B berisi tentang Maharaja Sailendra yang dijuluki Sesasavvarimadavimathana atau "pembunuh musuh-musuh sombong tidak bersisa" dan disamakan dengan Wisnu.[2] Julukan ini identik dengan julukan viravairimathana pada prasasti Nalanda[3] antara 810 - 850 dan julukan viravairivaraviravimardana pada prasasti Kelurak (782) yang disandang oleh Dharanindra di Jawa Tengah. Ketiga julukan tersebut mengacu kepada Rakai Panangkaran, raja Sailendra di Jawa.

Penulisan sisi B atas perintah cucu Panamkaran, maharaja Sriwijaya, Balaputradewa. Pengerjaannya tidak berselisih lama dengan prasasti Nalanda pada awal abad ke-9.[2]

Referensi

  1. ↑ "Wat Sema Mueang location". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-11-29.
  2. 1 2 3 4 5 "Kejayaan dan Senja Kala Sriwijaya: Kisah-kisah dari piagam-piagam batu, manuskrip Cina, India, dan Arab". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-11-29.
  3. 1 2 3 "Wat Sema Mueang Inscription (N.S. 9)". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-11-29.

Pranala luar

Wikivoyage logo
Wikiwisata memiliki panduan wisata Wat Sema Mueang.
Kamboja
Laos
Malaysia
Myanmar
Singapura
Thailand
Vietnam
Cina
Jepang
Mongolia
Korea
Bangladesh
Bhutan
India
Nepal
Pakistan
Srilanka
Lainnya
Negara lain-lain
Azerbaijan
Lainnya
Lihat pula: Kuil/Candi di Indonesia, *: Kuil/Candi Buddha
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan