Dewi Sukarno | |||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| デヴィ スカルノ | |||||||||||||||||||||||||||
Ratna di Amsterdam pada tahun 1970 | |||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | Naoko Nemoto 根本 七保子 6 Februari 1940 (umur 86) | ||||||||||||||||||||||||||
| Pekerjaan | Geisha, pengusaha, sosialita, tokoh televisi, aktivis | ||||||||||||||||||||||||||
| Pasangan menikah | |||||||||||||||||||||||||||
| Anak | Kartika Sari Dewi Soekarno | ||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ, Ratona Sari Devi Sukaruno, lahir Naoko Nemoto (根本 七保子, Nemoto Naoko); lahir 6 Februari 1940 ), dikenal luas di Jepang sebagai Dewi Fujin (デヴィ夫人, Devi Fujin, secara harfiah berarti Nyonya Dewi) adalah seorang pengusaha, sosialita, dan tokoh televisi kelahiran Jepang.[2] Ia adalah salah satu istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno.[3]
Biografi
Naoko Nemoto lahir pada tanggal 6 Februari 1940 di Tokyo, sebagai putri dari Heishichiro Nemoto dan Masako Nemoto. Nemoto memiliki seorang adik laki-laki bernama Yasoo Nemoto, sementara ibunya sering jatuh sakit. Ayahnya adalah seorang tukang kayu yang meninggal dunia saat Nemoto berusia 15 tahun. Demi mencukupi kebutuhan hidup, Nemoto bekerja di sebuah klub ternama bernama "Copacabana". Ia kemudian memilih untuk menjadi seorang geisha.[4][5]
Pada tahun 1959, Nemoto, yang saat itu berusia 19 tahun, bertemu dengan Soekarno—yang berusia 38 tahun lebih tua darinya—di sebuah bar hostess di kawasan Ginza, Tokyo, dekat Imperial Hotel. Nemoto adalah seorang mahasiswa seni dan penghibur,[6] sementara Soekarno sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.
Naoko menikah dengan Soekarno di Indonesia pada tahun 1962 dan memeluk agama Islam. Soekarno memberinya nama Indonesia "Ratna Sari Dewi Soekarno", yang berasal dari bahasa Jawa-Sanskerta dan bermakna "inti permata seorang dewi". Mereka dikaruniai seorang putri bernama Kartika (lahir pada 7 Maret 1967,[7] yang kini menggunakan nama "Carina"), yang merupakan anak kedelapan Soekarno.[6] Soekarno akhirnya digulingkan oleh Jenderal Soeharto pada tahun 1967 dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.[8]
Setelah Sukarno digulingkan, Dewi Soekarno—yang kala itu telah menjanda—pindah ke Eropa dan sejak saat itu tinggal di berbagai negara, termasuk tiga tahun di Swiss, sepuluh tahun di Prancis, dan satu dekade lagi di Amerika Serikat. Pada tahun 2008, ia telah kembali ke Jepang dan menetap di Shibuya, Tokyo, di sebuah kediaman yang dipenuhi dengan berbagai benda kenangan.[9]
Per tahun 2012, Dewi Soekarno menikmati kegiatannya merawat 16 ekor anjingnya serta mengelola bisnis kosmetiknya. Ia memperoleh penghasilan melalui pekerjaan paruh waktu dan penampilan di televisi Jepang, serta pernah menjadi juri kontes kecantikan, seperti pada ajang Miss International 2005 yang diselenggarakan di Tokyo. Ia dikenal karena kecantikannya yang tampak awet dan terpelihara, serta sering menyatakan bahwa ia tidak pernah menjalani prosedur pengencangan wajah maupun operasi plastik yang konon pernah dilakukan oleh dokternya.
Di media Jepang, Dewi Soekarno dikenal karena kepribadiannya yang blak-blakan. Dalam sebuah wawancara dengan Desi Anwar dari CNN Indonesia, ia mengungkapkan keberatannya jika hanya dikenal sebagai janda mendiang Presiden Soekarno, empat puluh tahun setelah wafatnya sang presiden.[10]
Kontroversi
Pada bulan Januari 1992, Dewi menjadi terlibat di dalam banyak perkelahian dipublikasikan di sebuah pesta di Aspen, Colorado, Amerika Serikat dengan sesama tokoh masyarakat internasional dan ahli waris Minnie Osmeña, putri mantan presiden Filipina. Ketegangan sudah ada antara keduanya, dimulai dengan pertukaran di pihak lain beberapa bulan sebelumnya, di mana Dewi terdengar tertawa ketika Osmena menyatakan rencana politiknya, di antaranya adalah keinginan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden Filipina. Aspen meludah yang konon dilaporkan oleh dipicunya sebuah kiasan yang dibuat oleh Dewi untuk Osmena pada masa lalu yang kemudian memuncak dengan Dewi memukul wajah Osmena dengan memakai gelas anggur. Pukulan tersebut meninggalkan luka yang membutuhkan 37 jahitan.[11] Dewi kemudian dipenjara selama 34 hari di Aspen untuk perilaku kacau setelah kejadian.[12]
Pada tahun 1998, ia berpose untuk sebuah buku foto berjudul Madame Syuga yang diterbitkan di negara asalnya, di mana sebagian gambar yang ditampilkan ia pose-pose setengah bugil dan menampakan seperti tato.[13][14] Bukunya untuk sementara tidak didistribusikan di Indonesia dan segera dilarang karena dengan banyak orang Indonesia merasa tersinggung dengan apa yang dianggap mencemarkan nama baik Sukarno dan warisannya.[12][15] Kritik pedas masyarakat Indonesia yang dilontarkan kepada Ratna Sari Dewi hanya ditanggapi enteng olehnya, sebab menurutnya buku yang diluncurkannya adalah sebuah hasil karya seni yang menunjukkan bahwa perempuan usia lanjut masih memiliki lekukan tubuh yang indah.[14]
Penampilan dalam dunia pop
Dalam Daikon Nerima Brothers sebagai Yukika Karakuri / Deb Soekarno / "Lady Deb" merupakan sebuah parodi Ratna Sari Dewi Soekarno.
Dalam Sayonara Zetsubou Sensei "Presiden Soekarno" adalah pada daftar "hal-hal yang mengesankan dibayangi"; "Madame Dewi" adalah apa yang ia bayangkan.
Dalam Gaki no Tsukai ya Arahende dia mempunyai sebuah penampilan cameo selama 2009 No Laughing Hotelman Batsu Game sebagai sopir taksi.
Dalam sebuah anime yang berjudul PriPara Minna no Akogare Let's Go PriPari dia menjadi Seiyu dan berperan sebagai Ploria Ōokanda.
Galeri
- Dewi Sukarno berkampanye untuk mendukung Toshio Tamogami (Calon Gubernur Tokyo 2014).
- Ratna Sari Dewi Soekarno di Hotel Apollo, Amsterdam.
- Ratna Sari Dewi Soekarno di hotel Apollo, Amsterdam.
Pranala luar
- (Indonesia) Ratna Sari Dewi Soekarno - Naoko Nemoto Diarsipkan 2008-04-13 di Wayback Machine
- Dewi Sukarno, JapanZone
Referensi
- 1 2 "About デヴィ夫人- Lady. Dewi Channel". YouTube.
- ↑ "Ratna Sari Dewi Soekarno Tak Ikut "Nyontreng"". KOMPAS.com. Kompas Cyber Media. 2009-07-08. Diakses tanggal 2022-06-03.
- ↑ "Profil Dewi Soekarno, Istri ke-6 Presiden Soekarno yang Tinggal di Jepang dan Bisnis Kecantikan Sampai Perhiasan". Liputan6. 20 Januari 2025. Diakses tanggal 23 Mei 2025.
- ↑ Mydans, Seth (Februari 17, 1998). "Jakarta Journal: Weighty Past Pins the Wings of a Social Butterfly". The New York Times. Diakses tanggal 2026-05-11.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "From Japanese geisha to Indonesian First Lady". paper.people. Diakses tanggal 2010-06-01.
- 1 2 Mydans 1998. sfn error: banyak target (2×): CITEREFMydans1998 (bantuan)
- ↑ "8-Pound Daughter is Born to Sukarno's Wife in Tokyo". The New York Times.
- ↑ Ricklefs 2008, hlm. 459. sfn error: tanpa target: CITEREFRicklefs2008 (bantuan)
- ↑ "A Life in the Day of Madame Dewi". Japan Today. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-14.
- ↑ Insight with Desi Anwar - Tidak Mudah Menjadi Janda Presiden Soekarno - Eps. Dewi Soekarno (Bag.2-2) (dalam bahasa Inggris), Mei 17, 2016, diakses tanggal 2022-06-03
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "What's the Buzz Diarsipkan 2009-07-26 di Wayback Machine," Philippine Star
- 1 2 "Jakarta Journal; Weighty Past Pins the Wings of a Social Butterfly." The New York Times. 17 Februari 1998.
- ↑ Mydans, Seth (1998). Jakarta Journal; Weighty Past Pins the Wings of a Social Butterfly. The New York Times.
- 1 2 Mardani. "4 Kontroversi Ratna Sari Dewi Soekarno yang menggegerkan | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-09-17.
- ↑ Sejarah Hidup Dewi Soekarno Lewat Foto Diarsipkan 2008-12-04 di Wayback Machine, Kompas, diakses 19 April 2008
| Keluarga |
| |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Almamater | ||||||||||||
| Kekuasaan Soekarno |
| |||||||||||
| Budaya populer | ||||||||||||
Jabatan baru
Digantikan: Soeharto → | ||||||||||||
