Senin, 19 Oktober 2026
22:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Dendrobium kelamense

Bagikan:
Dendrobium kelamense
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Ordo:
Famili:
Genus:
Artikel takson sembarang

Dendrobium kelamense D.Metusala, P.O`Byrne, J.J.Wood adalah spesies anggrek yang ditemukan di Kalimantan.[1]

Spesies ini ditemukan oleh peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Destario Metusala. Penemuan ini dihasilkan dari penelitian dengan praktisi anggrek dari Singapura dan peneliti dari Herbarium KEW di Inggris. Penemuan spesies anggrek ini sempat dirahasiakan karena takut akan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap spesies ini.[1] Dendrobium kelamense dipublikasikan dalam jurnal "Malesian Orchid Journal" Maret 2010.

Anggrek ini tumbuh secara epifit, dengan panjang batang dewasa antara 60 hingga 110 cm. Perbungaan anggrek muncul menggantung dekat ujung batang, dengan panjang perbungaan 5 hingga 8.5 cm dengan 5 hingga 12 kuntum bunga. Setiap kuntum bunga yang mekar memiliki panjang sekitar 3 hingga 3,5 cm dan lebar sekitar 2 cm. Anggrek ini berwarna kuning cerah mengkilat, dengan pola bercak paralel memanjang berwarna merah marun.

Spesies anggrek yang memiliki kedekatan morfologi dengan spesies ini adalah Dendrobium panduriferum.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 "LIPI Temukan Spesies Anggrek Baru". Liputan6.com. Liputan 6. 4 April 2010. Diakses tanggal 5 April 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan