| Desinifikasi | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama Tionghoa | |||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 去中國化 | ||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 去中国化 | ||||||||||||
| Pinyin: | qù zhōng guó huà | ||||||||||||
| Makna harfiah: | De-Chinese-ization | ||||||||||||
| |||||||||||||
| Nama Korea | |||||||||||||
| Hangul: | 탈중국화 | ||||||||||||
| Hanja: | 脫中國化 | ||||||||||||
| |||||||||||||

Desinifikasi (de + sinifikasi) maknanya adalah penghapusan budaya atau pengaruh Tiongkok.
Sejarah
Jenderal Li Ling dari Dinasti Han membelot ke Xiongnu dengan menikahi seorang putri Chanyu dari bangsa Xiongnu dan berakulturasi dengan adat istiadat Xiongnu.
Orang-orang dari keturunan campuran atau keturunan Han yang mengadopsi budaya bangsa nomaden sudah ada sejak abad keenam dan ketujuh, beberapa dari mereka bahkan mengabdi di jajaran militer Dinasti Sui dan Dinasti Tang.[1]
Desinifikasi di negara lain
Korea Selatan
Mantan Walikota Seoul Lee Myung-bak memutuskan untuk mengganti nama resmi Seoul dalam bahasa Mandarin dari Hancheng (漢城) menjadi Shou'er (首爾). Hancheng dalam Mandarin atau Hanseong dalam Korea merupakan nama tua kota Seoul. Nama Hanseong berasal dari Sungai Han dan secara harfiah berarti "Kota Bertembok di Sungai Han (yang Luas)", namun nama tersebut dapat disalahartikan sebagai "Kota Orang Han (Tiongkok)". Nama baru Shou'er tidak memiliki konotasi semacam itu, serta memiliki kemiripan bunyi maupun makna dengan Seoul—nama yang unik di antara nama-nama tempat di Korea karena tidak memiliki padanan nama Sino-Korea. Lihat pula Nama-nama Seoul.
Korea Utara
Kim Il Sung melarang pengunaan Hanja atau aksara Tionghoa di bahasa Korea pada 1949. Kim melarang pengunaan Hanja sebagai simbol dekolonisasi dan nasionalisme Korea.
Lihat pula
Referensi
Kutipan
- ↑ Jacques Gernet (1996). A history of Chinese civilization. Cambridge University Press. hlm. 248. ISBN 978-0-521-49781-7. Diakses tanggal 3 Juni 2014.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Sumber
- Crossley, Pamela Kyle (1999). A Translucent Mirror: History and Identity in Qing Imperial Ideology. University of California Press. ISBN 978-0520928848. Diakses tanggal 10 Maret 2014.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Crossley, Pamela Kyle; Siu, Helen F.; Sutton, Donald S., ed. (2006). Empire at the Margins: Culture, Ethnicity, and Frontier in Early Modern China. Vol. Volume 28 of Studies on China (Edisi illustrated). University of California Press. ISBN 978-0520230156. Diakses tanggal 10 Maret 2014.
{{cite book}}:|volume=memiliki teks tambahanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)