Minggu, 01 November 2026
07:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

David Krisna Alka

Bagikan:
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "David Krisna Alka" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

David Krisna Alka (lahir di Manna, Bengkulu Selatan, 1980) adalah intelektual, penulis dan aktivis Muhammadiyah asal Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia, yang aktif dalam Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM).[1][2] Tulisannya dalam bentuk esai dan puisi tersebar di berbagai media, antara lain Sinar Harapan, Media Indonesia, Republika, Kompas, dan Detik. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris       Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah.

Latar Belakang dan Pendidikan

Berasal dari keluarga pedagang, David menghabiskan masa kecilnya di kota Bengkulu. Ia melanjutkan pendidikannya ke tingkat SLTA di INS Kayutanam. Setamat SLTA, ia mendaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di Pascasarjana Ilmu Antropologi, Universitas Indonesia (UI).

Perjalanan Karir

David Krisna Alka mengawali karirnya di Center for Moderate Muslims (CMM).[3] Pada saat bersamaan ia juga menjadi sekretaris Tarmizi Taher, Menteri Agama 1993 - 1998. Setelah itu ia aktif menjadi peneliti dan menghasilkan sejumlah esai dan buku melalui Maarif Institute, sebuah lembaga yang didirikan oleh cendekiawan muslim Indonesia Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) pada tahun 2003, yang berfokus pada pembaruan pemikiran Islam, penguatan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan advokasi pluralisme untuk menciptakan keadilan sosial di Indonesia. David juga ikut serta mendirikan dan menjadi pimpinan redaksi geotimes.id., sebuah portal kolom populer dan terkini tentang tokoh dan kebijakan publik. Saat ini, ia juga tercatat sebagai salah seorang peneliti The Indonesian Institute (TII), sebuah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research). Dari 2010 hingga 2013, ia menjadi Redaktur Pelaksana Jurnal REFERENSI FES (Friedrich-Ebert-Stiftung). Beberapa tahun kemudian, ia turut tergabung dalam Tim Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kemenko PMK (2021 - 2024). Selain itu, ia tercatat pula sebagai Tenaga Ahli (TA) Ketua Dewan Pers periode 2022 - 2025.

Karya Tulis:

  • Karsa untuk Bangsa: 66 Tahun Azyumardi Azra, CBE (2021, Penerbit Buku Kompas)
  • Mencari Negarawan, 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif (2021, PustakaPedia Indonesia)
  • Wajah Kemanusiaan di Era Wabah (2020, Penerbit JIB)
  • Mengenang Sang Maha Guru Politik: Prof. Dr. Bahtiar Effendy (2019, Penerbit UMJ Press)
  • Amerika Perangi Teroris Bukan Islam (2004, Penerbit CMM)

Aktivisme

David mengawali perjalanan aktivismenya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sewaktu masih kuliah, yang berlanjut hingga menjadi Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah. Ia adalah pendiri Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB).[4] Ia juga turut serta mendirikan Perhimpunan Rakyat Progresif.[5]

Referensi

  1. ↑ "JIMM kembali Gelar Muktamar Pemikiran Islam Kaum Muda 2023". mediaindonesia.com. 2024-01-02. Diakses tanggal 2026-07-18.
  2. ↑ Huda, Sholihul (2022). Dakwah Digital Muhammadiyah (Pola Baru Dakwah Era Disrupsi). Samudra Biru. ISBN 978-623-261-445-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "David Krisna Alka Miris Pancasila Dikebiri". Rmol.id. Diakses tanggal 2026-07-18.
  4. ↑ Maliki, Musa (2021). "Pendidikan Umat dan Potensi Gerakan Sosial Online di Era Pandemi COVID-19". Indonesian Journal of Society Engagement. 2 (3). doi:10.33753/ijse.v2i3.41.
  5. ↑ "David Krisna Alka Melantik DPW Perhimpunan Rakyat Progresif Maluku Utara, Irman Mamulati Bilang Begini". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2026-07-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan