Senin, 12 Oktober 2026
08:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Daun gedi

Daun gedi

Bagikan:
Daun gedi
250px-Abelmoschus_manihot_ssp_tetraphyllus_W_IMG_2157.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. manihot
Nama binomial
Abelmoschus manihot
Sinonim[1]
  • Abelmoschus maculatus Bartl.
  • Abelmoschus manihot var. megaspermus Hemadri
  • Abelmoschus manihot var. timorensis (DC.) Hochr.
  • Abelmoschus pentaphyllus (Roxb.) Voigt
  • Abelmoschus platidactylus (Bakh.) Nakai
  • Abelmoschus pseudomanihot (DC.) Endl.
  • Abelmoschus venustus Walp.
  • Hibiscus bartlingianus Steud.
  • Hibiscus japonicus Miq.
  • Hibiscus manihot L.
  • Hibiscus papyrifer Salisb.
  • Hibiscus pentaphyllus Roxb.
  • Hibiscus pseudomanihot DC.
  • Hibiscus timorensis DC.
  • Hibiscus zenkeri Gürke
Artikel takson sembarang

Daun gedi (Abelmoschus manihot, sebelumnya bernama ilmiah Hibiscus manihot, Tagalog: lagikuway, Thai: po fai, Inggris: aibika) atau aibika, merupakan tanaman berbunga dalam keluarga Malvaceae. Sebelumnya diklasifikasikan sebagai spesies Hibiscus tetapi sekarang dikategorikan dalam genus Abelmoschus.

Tumbuhan ini banyak ditemukan di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.[2] Daunnya berwarna hijau tua dan berbentuk menjari dengan tekstur lembut.[2] Biasanya, daun gedi digunakan sebagai sayuran dan juga lalapan.[2] Salah satu olahan dari daun gedi adalah tinutuan yang juga dikenal sebagai bubur Manado dari Sulawesi Utara.[2] Daun gedi berfungsi sebagai pengental alami yang memperkaya tekstur makanan.[2] Selain sebagai bahan pangan, daun ini juga dapat mengobati luka.[2]

Habitat

Meskipun secara teknis merupakan semak, daun gedi merupakan tanaman tahunan yang, dalam kondisi yang menguntungkan, dapat tumbuh setinggi lebih dari tiga meter. Tanaman ini mudah diperbanyak melalui stek dan relatif tahan penyakit. Oleh karena itu, tanaman ini dibudidayakan secara luas dan sering ditemukan di sepanjang perbatasan taman atau sebagai tanaman sela di taman tropis tradisional. Kebiasaan pertumbuhannya, bersama dengan nilai gizinya, berkontribusi terhadap popularitasnya dalam berkebun di rumah dan hortikultura.

Nutrisi

Daun gedi terkenal dengan khasiatnya yang bergizi tinggi. Daunnya kaya akan vitamin esensial, termasuk kandungan vitamin A dan C yang tinggi, serta zat besi. Selain itu, mereka mengandung sekitar 12% protein berdasarkan berat keringnya, menjadikan daun gedi sebagai sumber makanan yang berharga. Daunnya biasa dimasukkan ke dalam berbagai masakan seperti tinola, sinigang, pinangat, atau digunakan dalam salad di daerah seperti Filipina.

Di Indonesia

Daun gedi adalah sayuran populer di Sulawesi. Bagi orang asli Sulawesi Utara makan Bubur Manado (tinutuan) tidak lengkap jika tidak ditambahkan daun gedi ini sebagai campuran. Daun gedi mempunyai fungsi sebagai penambah rasa gurih serta mengentalkan. Selain lezat, daun gedi juga kaya akan vitamin A, zat besi, dan serat, terutama serat terlarut, yang baik untuk saluran pencernaan. Kolagen terkandung di dalam daun ini juga bermanfaat antioksidan dan menjaga kesehatan kulit. Mungkin karena banyak mengandung serat terlarut sehingga menyerap kolesterol dan lemak. Sehingga banyak orang berpendapat bahwa sayur ini dapat membuat orang langsing dan membantu menurunkan kadar kolesterol dan hipertensi. Namun belum ada penelitian khusus tentang hal ini. Karena daunnya banyak mengandung banyak zat kolagen yang bersifat antioksidan, maka berguna untuk merawat kesehatan kulit dan melancarkan peredaran darah.

  • 120px-Abelmoschus_manihot_%285171146007%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Abelmoschus manihot (L.) Medik". Plants of the World Online. Board of Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. 2017. Diakses tanggal 13 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Abelmoschus manihot.
Abelmoschus manihot
Hibiscus manihot
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan