Pedagang menjual daun anggur di Damaskus (2008) | |
Daun anggur, daun dari tanaman anggur, digunakan dalam kuliner berbagai budaya. Daun ini bisa didapatkan dalam keadaan segar, atau diawetkan di dalam toples atau kaleng.[1][2] Daun ini umumnya digulung atau diisi dengan campuran daging dan nasi untuk membuat dolma (sering disebut sarma), yang banyak ditemukan di Mediterania, Kaukasus, Balkan, dan Timur Tengah.[3] Daun ini juga dapat digunakan dalam berbagai resep dan hidangan lainnya.[4] Saat dipotong menjadi potongan-potongan kecil, daun ini digunakan sebagai penambah rasa gurih pada sup yang berisi sayuran hijau dan kubis.[5]
Nutrisi
Daun anggur kalengan (dimasak, diasinkan) mengandung 76% air, 12% karbohidrat, 4% protein, dan 2% lemak.[6] Dalam jumlah referensi 100 gram (3,5 oz), daun ini menyediakan 69 kalori dan merupakan sumber yang kaya (20% atau lebih dari Nilai Harian, DV) akan natrium (119% DV), vitamin A (105% DV), tembaga (95% DV), asam pantotenat (43% DV), serta beberapa vitamin B dan mineral diet lainnya.[6]
Galeri
- Daun anggur yang diawetkan dalam toples
- Daun anggur isi dengan saus mint yogurt
Lihat pula
Referensi
- ↑ Ingalls, Julia (Oktober 2019). "The Complicated Comfort Of Syrian Grape Leaves". LAist. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- ↑ Sakellis, Eleni. "Dolamadakia, Stuffed Grape Leaves". The National Herald. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Oktober 2021. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- ↑ Davidson, Alan, ed. (2014). The Oxford Companion to Food. Oxford University Press. hlm. 879. ISBN 978-0-19-967733-7 – via Google Books.
- ↑ "Grape Leaf Herb and Yogurt Pie". The Splendid Table. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- ↑ John Thorne. Simple Cooking. Farrar, Straus and Giroux; 16 November 1996. ISBN978-0-86547-504-5. hlm. 183–.
- 1 2 "Grape leaves, cooked, canned and salted (varies by manufacturer)". Nutritiondata.com, Conde Nast and US Department of Agriculture. 2018. Diakses tanggal 17 Desember 2021.