Senin, 28 September 2026
20:45 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Daniel Bahari

Daniel "Papa" Bahari (23 Maret 1948 – 16 Maret 2015) adalah pelatih tinju, manager dan promotor tinju yang berasal dari Denpasar, Bali. Di sasananya yang bernama Cakti Bali (Candradimuka Tinju Bali), telah lahir petinju-petinju tingkat nasional dan internasional, baik amatir maupun profesional.

Di tangannya, telah lahir petinju-petinju besar seperti Adi Swandana, Fransisco Lisboa, Yulianus Bunga, Pino Bahari, Nemo Bahari, Daudy Bahari, dan lain-lain. Daniel Bahari juga pernah menangani mantan juara IBF kelas bantam yunior Ellyas Pical.

Daniel Bahari, dikenal sebagai ayah sekaligus pelatih, manager dan promotor bagi anak-anaknya yang petinju: Pino Bahari, (alm) Champ Bahari, Nemo Bahari, dan Daudy Bahari.

Nama Sasana Cakti Bali telah diabadikan sebagai sebuah nama jalan di dekat kediaman Daniel Bahari, sebagai penghargaan Pemerintah Daerah (Pemda) Denpasar terhadap dedikasi Daniel Bahari sebagai pembina tinju di kota itu.

Sebelum terjun sebagai pembina tinju, Daniel Bahari juga tercatat sebagai mantan petinju, tetapi diakuinya prestasi bertinjunya tidaklah sebaik prestasinya dalam membina tinju di Indonesia.

Akhir hayat

Daniel Bahari meninggal dunia pada Senin, 16 Maret 2015, di rumahnya di Denpasar karena serangan jantung yang dideritanya. Dia meninggalkan seorang istri, lima putra, lima menantu perempuan, empat putri, empat menantu laki-laki serta sembilan cucu. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Kristen Nusa Dua Kamis, 19 Maret 2015.

Bacaan Lebih Lanjut

  • KOMPAS, Daniel Bahari Telah Pergi 17 Maret 2015

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan