Sabtu, 31 Oktober 2026
15:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dahan-e Gholaman

Dahan-e Gholaman

Bagikan:
250px-LostFile_JPG_265297495.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dahan-e Gholaman (Dahan-i Ġulāmān, Persia: دهان غلامان) atau Dahaneh-e Gholaman (Dahāneh-ye Qolāmān, Persia: دهانه غلامان) adalah nama modern dari sebuah situs arkeologi besar pada masa Akhemeniyah di Iran bagian timur. Situs ini diidentifikasi sebagai Zranka/Zarin, ibu kota satrapi Zranka/Drangiana.

Geografi

Situs arkeologi yang dikenal sebagai Dahan-e Gholaman atau Dahaneh-e Gholaman (“Gerbang Para Budak”) terletak sekitar 30 km di tenggara kota modern Zabol, di sebuah daratan sempit yang memisahkan dua waduk modern Chah Nimeh, sekitar 8,5 km dari titik terdekat perbatasan Iran–Afghanistan.[1]

Arkeologi

Dahan-e Gholaman merupakan situs Akhemeniyah terbesar di seluruh Iran bagian timur.[2] Sekitar 27 bangunan yang tersusun hampir dalam satu garis lurus dari arah barat daya ke timur laut di sepanjang tepi utara situs ini digali oleh arkeolog Italia U. Scerrato pada tahun 1962–1965 dan oleh arkeolog Iran S. M. S. Sajjadi pada tahun 2000–2005. Eksplorasi geofisika dan survei permukaan lebih lanjut pada tahun 2007–2011 mengungkap garis besar bangunan monumental lain yang terletak 2 km di selatan kompleks bangunan utara.[3]

Beberapa bangunan besar yang digali atau terdeteksi di Dahan-e Gholaman memiliki denah persegi panjang atau persegi yang teratur dan dapat dibandingkan dengan bangunan istana serta aula pertemuan di kediaman kerajaan Akhemeniyah di Pasargadae dan Persepolis, serta Dasht-e Gohar.[4] Salah satu bangunan diidentifikasi sebagai bangunan keagamaan, dengan tiga altar yang kemungkinan dipersembahkan kepada dewa-dewa utama Persia yaitu Ahura Mazda, Anahita, dan Mithra.[5] Bangunan lainnya diidentifikasi memiliki fungsi administratif, publik, dan industri.[6]

Arsitektur

Arsitektur kota ini merupakan perpaduan antara tradisi Akhemeniyah dan tradisi lokal yang disesuaikan dengan iklim Sistan. Hal ini terlihat dari orientasi bangunan dan posisi pintu masuk yang disusun berlawanan dengan angin 120 hari yang bertiup dari arah barat laut–tenggara di wilayah Iran bagian timur. Ciri lainnya meliputi penggunaan halaman tengah, pemakaian bahan lokal (terutama tanah liat atau adobe, bukan batu bata, kayu, atau batu), serta penggunaan atap berkubah dan melengkung sebagai pengganti atap datar.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Gnoli (1993); the site's location can be verified on satellite maps at the specified coordinates.
  2. ↑ Mohammadkhani (2012) 1.
  3. ↑ Mohammadkhani (2012) 1–2, 5–8.
  4. ↑ Gnoli (1993); Mohammadkhani (2012) 8–16.
  5. ↑ Gnoli (1993).
  6. ↑ . doi:10.22034/sp.2025.496291.1039tidak aktif 10 November 2025 https://www.sinuspersicus.ir/article_229627.html.{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosong; Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per November 2025 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "An Analysis of the Climatic Adaptation of Achaemenid Structures in the Dahāneh-ye Qolāmān, Sistan, Iran".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Bibliografi

  • Gnoli, G., "Dahan-e Ḡolāmān," in Encyclopaedia Iranica, vol. 6 (1993), 582–585.
  • Mohammadkhani, K., "Une nouvelle construction monumentale achéménide à Dahaneh-e Gholaman, Sistan, Iran," Arta (2012.1) 1–18.
  • Scerrato, U., "Excavations at Dahaneh-e Gholaman (Sistan-Iran), First Preliminary Report (1962–1963)," East and West, n.s. 16 (1966) 9–30.
  • Schmitt, R., "Drangiana," in Encyclopaedia Iranica, vol. 7 (1995) 534–537.
  • Talbert, R. J. A., Barrington Atlas of the Greek and Roman World, Princeton 2000.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan