Jumat, 02 Oktober 2026
01:37 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Cumi asin

Cumi asin

olahan cumi yang menggunakan garam

Bagikan:
330px-Cumi_Asin_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cumi asin

Cumi asin adalah cumi-cumi yang diawetkan dengan garam kering dan kemudian disajikan untuk disantap. Pengeringan atau penggaraman, entah dengan garam kering atau air garam banyak dipakai sebagai metode pengawetan makanan laut.[1] Cumi asin umum ditemukan di negara-negara pantai Asia, khususnya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Tiongkok Selatan, Korea Selatan dan Jepang.[butuh rujukan] Di Indonesia, cumi asin biasa diolah menjadi aneka ragam hidangan, seperti sambal cumi, oseng cumi asing, hidangan cumi pedas, toping pada tumisan, hidangan aneka makanan laut, dan sebagainya.[butuh rujukan]

Cumi-cumi asin adalah bahan makanan yang terbuat dari cumi-cumi yang dikeringkan dan diasinkan. Jenis jadinya ada dua yaitu cumi-cumi asin telur dan cumi-cumi asin biasa. Pengolahannya sebagai bahan makanan terlebih dahulu melalui perendaman atau perebusan dalam air yang panas. Cumi-cumi asin merupakan salah satu produk perdagangan internasional.[butuh rujukan]

Pembuatan

Cumi-cumi asin dibuat dari bahan cumi-cumi segar. Pembuatannya hanya dengan dikeringkan.[2] Pengawetannya menggunakan garam.[3] Makanan yang dapat dibuat dari cumi-cumi asin dalam keadaan kering adalah cumi-cumi asin telur dan cumi-cumi asin biasa.[4] Bentuk cumi-cumi asin biasa adalah panjang dan rasanya kurang asin. Sedangkan cumi-cumi asin telur ukurannya lebih pendek tapi gemuk. Rasanya lebih asin dibandingkan dengan cumi-cumi asin biasa.[2] Ukuran cumi-cumi asin telur lebih besar karena bagian dalam tubuh cumi-cumi tidak dibuang. Sedangkan cumi-cumi asin biasa, bagian dalam tubuhnya sudah dibuang.[5]

Bahan masakan

250px-Empal_Gepuk_Daging_and_Cumi_Asin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empal Gepuk Dan Cumi Asin

Cumi-cumi asin dibuat sebagai makanan dengan digoreng terlebih dahulu. Rasa asinnya dapat dkurangi dengan merendamnya di dalam air sebelum digoreng.[4] Rasa asin pada cumi asin yang kering juga dapat dikurangi dengan merebusnya dalam air mendidih sebanyak 2-3 kali.[6] Selain mengurangi rasa asinnya, tekstur cumi-cumi asin menjadi lebih lunak setelah direndam dalam air panas.[7]

Cumi-cumi asin merupakan penambah rasa masakan dengan tambahan cabai hijau dan petai.[8] Cumi-cumi asin dapat diganti fungsinya sebagai bahan masakan dengan teri asin ataupun manyung.[9]

Perdagangan

Cumi-cumi asin merupakan salah satu produk cumi-cumi yang diperdagangkan secara internasional.[10] Harga jual cumi-cumi asin telur lebih mahal dibandingkan dengan cumi-cumi asin biasa.[5] Di Indonesia, cumi-cumi asin merupakan salah satu produk yang diminati masyarakatnya.[11]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ M. Sugiyama (1989). Utilization of Squid. CRC Press. hlm. 201. ISBN 9789061914792.
  2. 1 2 S.Y., Suli (2009). 100+ Tips Pilihan Antigagal Memasak. Jakarta: Kawan Pustaka. hlm. 32. ISBN 979-757-387-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Yasa Boga (2010). Koleksi 120 Resep Masakan Ikan dan Hasil Laut Lainnya. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 17. ISBN 978-602-03-3006-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Sampul, Maria R (Januari 2004). Variasi Olahan Cumi-Cumi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Tim Dapur Demedia (2011). Lauk Sedap dari Ikan Asin untuk Sehari-hari. Jakarta: Demedia. hlm. 7. ISBN 979-082-040-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Dewi, Restu Utami (2018). Go Kitchen. Jakarta: Kawan Pustaka. hlm. 66. ISBN 978-979-757-662-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Indriani, Endang (2017). Homemade Cooking. Jakarta: PT. Kawan Pustaka. hlm. 61. ISBN 979-757-648-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Irawan, Icha (Mei 2019). Cooking with Love. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 170. ISBN 978-602-06-2122-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Buleng, Apri (2020). Sajian Sayur ala Rumahan. Jakarta: Demedia Pustaka. hlm. 36. ISBN 978-979-082-325-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Hutalala, A., Makapedua, D. M., dan Paparang, R. W. (Agustus 2013). "Studi Pengolahan Cumi-Cumi (Logilo Sp.) Asin Kering dihubungkan dengan Kadar Air dan Tingkat Kesukaan Konsumen" (PDF). Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 1 (2): 26.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  11. ↑ Nurilmala, M., Nurjanah dan Hidayat, T. (Agustus 2018). Penanganan Hasil Perairan. Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 111. ISBN 978-602-440-418-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan