Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini menampilkan contoh-contoh yang dibuat sendiri tanpa mendeskripsikan signifikansi konteks artikel. Harap memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi ke sumber tepercaya yang mendeskripsikan signifikansi contoh-contohnya, dan buang contoh-contoh yang kurang penting. Materi yang tidak bersumber dapat dipertentangkan dan dapat dihapus sewaktu-waktu. (Desember 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Corpus Juris dalam bahasa Latin berarti himpunan undang-undang dan kitab-kitab hukum. Corpus Juris yang termasyhur adalah Corpus Iuris Civilis, himpunan kitab-kitab hukum dari Kaisar Yustinianus (527-565 masehi), terdiri atas 4 bagian: 1) Institutiones, kitab-hukum, dipakai sebagai kitab pelajaran di Konstantinopel[1] dan Berytus, yang memuat ringkasan Hukum Perdata. 2) Pandaectae atau Digesta, himpunan kutipan-kutipan yang diambil dari kitab-kitab karangan para sarjana[2] -hukum Romawi ulung. 3) codex atau Codex justinianus, himpunan peraturan-peraturan yang diundang undangkan oleh Kaisar Justinianus, ditambah dengan isi codex-codex lainnya, 4) Novellae, himpunan undang-undang sebagai tambahan pada ke-3 bagian tersebut diatas. Corpus iuris civilis dari Justinianus ini sangat besar pengaruhnya atas hukum-hukum di Eropa (kecuali di Inggris), di Eropa Barat terutama sejak abad ke-11 (oleh kaum Glossator) hingga Undang-undang Napoleon, di Jerman hingga 1900, di Afrika Selatan sampai kini masih berlaku dengan diubah seperlunya.
Istilah ini juga digunakan untuk koleksi hukum komprehensif di Amerika Serikat, yaitu Corpus Juris Secundum.
Catatan kaki
Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |