Selasa, 29 September 2026
06:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Congrock 17

kelompok musik dari Semarang, Jawa Tengah

Congrock 17
AsalSemarang, Indonesia
GenreKeroncong
Rock
Tahun aktif17 Maret 1983–sekarang
AnggotaLihat artikel

Congrock 17 adalah yaitu kelompok musik yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, Indonesia yang menggabungkan dua unsur keroncong dan rock dalam setiap pementasannya. Congrock 17 berdiri pada tanggal 17 Maret 1983. Salah satu tokoh penting kelompok musik ini adalah Marco Marnadi, seniman dari Slawi, Kabupaten Tegal. Congrock 17 pernah mendapat kesempatan tampil di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan rapat dengan beberapa pejabat negara, di Hotel MesaStila, Magelang, dan menghasilkan kebijakan tentang bioenergi.[1][2][3]

Latar belakang

"Congrock 17" sendiri dipilih sebagai nama kelompok musik karena, kala itu, seluruh personelnya merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Namun versi lain mengatakan, bahwa seorang penonton saat menyaksikan salah satu pertunjukan mereka, mengatakan "Keroncongnya ngerock". Marco dan personel lainnya memang menggabungkan dua unsur (genre) musik yaitu keroncong dan rock dalam setiap pertunjukan mereka sebagai wujud kebebasan berekspresi tanpa dibatas-batasi oleh beberapa patokan atau patron yang sangat mengikat. Ngerock yang dimaksudkan di sini bukan berarti mengeluarkan bebunyian seperti layaknya musik rock yang sangat keras menggelegar, berdentum, dari peralatan musik elektrik, tetapi ada bagian tertentu yang sangat unik dan dimunculkan, antara lain irama, gestur, intonasi, dan tidak lupa sesekali melontarkan kejenakaan.

Awalnya, kemunculan Congrock 17 di kancah musik di Semarang khususnya belum dapat diterima sepenuhnya, sebab banyak yang menganggap, permainan mereka menyalahi pakem keroncong klasik. Pakem itu antara lain jumlah alat musik yang seharusnya berjumlah tujuh. Kurang atau lebih dari itu, belum pantas disebut keroncong, begitulah komentar para penonton yang sempat menyaksikan penampilan mereka. Namun lama-kelamaan masyarakat musik keroncong, mulai dapat menikmati penampilan Congrock 17. Sekarang, anggota Congrock 15 memiliki anggota sebanyak 17 musisi, dengan menambahkan alat musik seperti brass : saxophone, trumpet, trombone, drum, dan keyboard.

Lahirnya Congrock 17 tidak dapat dipungkiri melahirkan inspirasi akan lahirnya grup-grup keroncong turunan semisal keroncong jazz (congjazz), kerondong dangdut (congdut), juga keroncong goyang (congyang). Oleh sebab itu, Komite Musik Dewan Kesenian Semarang, segera menyelenggarakan wahana apresiasi "Warung Keroncong". Warung Keroncong yang diselenggarakan setiap hari Rabu di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, itu dikemas dalam bentuk seperti warung, tempat kumpul para kawula muda, mengobrol sambil mendengarkan alunan musik keroncong. Selain tampil di Indonesia, Congrock 17 kadang kala juga diundang di mancanegara seperti Malaysia dan menghadiri beberapa festival keroncong tingkat internasional.

Anggota

  • Rudi (vokal)
  • Jefry (vokal)
  • Ani (vokal)
  • Marco Marnadi (vokal)
  • Yanto (gitar)
  • Hani (bas)
  • Hendi (keyboard)
  • Abhas (drum)
  • Yono (cuk)
  • Tono (cak)
  • Darmaji (cello)
  • Yoga (biola)
  • Rivai (flute + saxophone)
  • Hari djoko (percussion)

Lihat pula

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan