Kamis, 05 November 2026
13:45 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Codex Fuldensis

Codex Fuldensis

Bagikan:
250px-Codex_Fuldensis_296-297.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Codex Fuldensis, halaman 296-297

Codex Fuldensis, juga dikenal sebagai Victor Codex (Hessian State Library, Codex Bonifatianus I[1]), diberi kode F, adalah naskah Perjanjian Baru berdasarkan terjemahan bahasa Latin Vulgata yang dibuat antara tahun 541 dan 546. Kodeks ini dianggap sebagai saksi teks Vulgata paling penting kedua, dan juga naskah lengkap tertua sebagai saksi urutan Diatessaron. Merupakan saksi penting dalam setiap diskusi tentang keaslian 1 Korintus 14:34–35[2] dan Comma Johanneum. Adalah salah satu naskah Perjanjian Baru tertua yang memuat tarikh. Naskah itu dikoreksi sampai tanggal 2 Mei 546 M.[3]

Deskripsi

Memuat Diatessaron dan 23 kitab kanonik Perjanjian Baru; ditambah Surat Laodikia, dan salinan Prolog Injil Kanonik tulisan Hieronimus. Tergolong jenis teks Italia.

Empat kitab Injil disusun dalam harmoni Injil menjadi suatu narasi terus menerus, menurut bentuk Diatessaron karya Tatian.[4] Teks ini mirip dengan Codex Amiatinus.[5] Teks harmoni Injil didahului dengan daftar bagian, dengan ringkasan isinya, yang disalin tanpa perubahan edisi Vetus Latin. Dari hal ini dapat ditentukan bahwa sumber Vetus Latina telah memiliki Silsilah Yesus Kristus (yang dimasukkan oleh Victor); tetapi bahwa sumber itu termasuk bagian dari Yesus dan perempuan yang berzina.

Urutan kitab-kitab adalah:

Bagian 1 Korintus 14:34-35 ditempatkan oleh juru tulis asli dalam margin dalam urutan yang tidak biasa, ayat-ayat 36-40 sebelum 34-35, sementara teks pada halaman itu adalah dalam urutan normal. Bagian ini ditandai dengan umlaut dalam Codex Vaticanus.[6] Beberapa manuskrip dari jenis teks Western menempatkan bagian 1 Kor 14:34-35 setelah 1 Kor 14:40 (naskah: Claromontanus, Augiensis, Boernerianus, itd,g). Juga codex 88, yang tidak tergolong teks Western, menempatkan bagian ini setelah 1 Kor 14:40. Satu naskah Vulgata juga sama (Codex Reginensis). Menurut Metzger bukti kodeks ini adalah ambigu. Mungkin jurutulisnya, tanpa benar-benar menghapus ayat-ayat 34-35 dari teks, bermaksud agar liturgis menghilangkan mereka ketika membacakan.[7]

Bagian teks 1 Yohanes tidak memuat Comma Johanneum. Namun, Prolog Kanonik Vulgata memuat referensi langsung kepada saksi-saksi surgawi, di mana Prolog itu ditulis sebagai catatan orang pertama dari Hieronimus untuk Eustochium. Dalam Prolog ini penerjemah yang tidak setia dikritik karena menghapus ayat-ayat tersebut. Prolog ini sejak sekitar tahun 1700 sering diserang sebagai hasil pemalsuan, tidak benar-benar oleh Hieronimus, saat itu naskah Vulgata dengan Prolog yang masih terlestarikan bertarikh sekitar 800 M. Prolog ditulis ada dalam Codex Fuldensis pada pertengahan-ke-akhir tahun 1800-an.

Sejarah

Victor Capua (meninggal 554) melaporkan bahwa ia menemukan sebuah Harmoni Injil Vetus Latina, di mana ia mengenali sebagai susunan Diatessaron Tatian. Ia menggantikan teks Vetus Latina dengan teks Vulgata, menambahkan sisa dari buku-buku Perjanjian Baru dari standar Vulgata. Bonifasius memperoleh kodeks dan pada tahun 745 memberikannya ke perpustakaan monastik (Abb. 61), di Fulda, di mana disimpan sampai hari ini (karenanya dipakai sebagai nama kodeks).[8] Naskah itu menjadi sumber teks untuk vernakular harmoni dalam Bahasa Jerman Hulu Kuno, Frankis Timur dan Saxon Tua. Menurut Malcolm Parkes, gloss untuk Surat Yakobus adalah tulisan tangan Bonifasius sendiri.[9]

Codex Sangallensis 56 disalin, pada abad ke-9, dari Diatessaron Codex Fuldensis. Juga memuat beberapa ekstrak dari Kisah Para Rasul.[10]

Ernst Ranke menerbitkan teks kodeks ini pada tahun 1868.[11]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Padberg, Lutz E. von (1994). "Bonifatius und die Bücher". Dalam Lutz E. von Padberg Hans-Walter Stork (ed.). Der Ragyndrudis-Codes des Hl. Bonifatius (dalam bahasa German). Paderborn, Fulda: Bonifatius, Parzeller. hlm. 7–75. ISBN 3870888113.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) CS1 maint: Unrecognized language (link)
  2. ↑ Philip B. Payne, Fuldensis, Sigla for Variants in Vaticanus and 1 Cor 14.34-5, NTS 41 (1995) 251-262.
  3. ↑ F. H. Blackburne Daniell, Victor, Bishop of Capua, in W. Smith and H. Wace, eds., A Dictionary of Christian Biography (4 vols., London, 1877-1887), Vol. 1, p. 1126.
  4. ↑ K. Aland & B. Aland, Der Text des Neuen Testaments, Deutsche Bibelgesellschaft, Stuttgart 1989, p. 197.
  5. ↑ Bruce M. Metzger, Bart D. Ehrman, The Text of the New Testament: Its Transmission, Corruption and Restoration, Oxford University Press, New York — Oxford 2005, p. 108.
  6. ↑ G. S. Dykes, Using the „Umlauts” of Codex Vaticanus to Dig Deeper, 2006. See: Codex Vaticanus Graece. The Umlauts Diarsipkan 2009-08-26 di Wayback Machine Error in webarchive template: Check |url= value. Empty. .
  7. ↑ Bruce M. Metzger, A Textual Commentary on the Greek New Testament, (Deutsche Bibelgesellschaft, United Bible Societies: 1994), pp. 499-500.
  8. ↑ Bruce M. Metzger, The Early Versions of the New Testament (Oxford 1977), p. 335.
  9. ↑ Parkes, Malcolm B (1976). "The Handwriting of St. Boniface: A Reassessment of the Problems". Beiträge zur Geschichte der Deutschen Sprache und Literatur. 98: 161–79.
  10. ↑ Codex Sangallensis 56 at the Stiftsbibliothek St. Gallen (copy of Fuldensis in Diatessaron)
  11. ↑ Ernestus Ranke, Codex Fuldensis. Novum Testamentum Latine Interprete Hieronymo (Lipsiae 1868).

Pustaka tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan