Kamis, 22 Oktober 2026
08:19 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Cincin Einstein

Bagikan:

Cincin Einstein dikenal juga sebagai cincin Einstein–Chwolson atau cincin Chwolson (dinamai dari Orest Chwolson)[1] adalah fenomena yang terjadi ketika cahaya dari galaksi atau bintang dibelokkan oleh medan gravitasi suatu objek bermassa besar dalam perjalanannya menuju Bumi. Akibat efek lensa gravitasi, cahaya tersebut tampak datang dari berbagai arah. Apabila sumber cahaya, benda bermassa besar yang berfungsi sebagai lensa gravitasi, dan pengamat berada dalam satu garis lurus (Syzygy), cahaya yang teramati membentuk pola melingkar yang disebut cincin Einstein.[2][3]

Pendahuluan

Lensa gravitasi merupakan fenomena yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein.[4] Dalam kondisi ini, cahaya dari suatu sumber tidak bergerak dalam garis lurus tiga dimensi, melainkan dibelokkan oleh keberadaan massa besar yang menyebabkan kelengkungan ruang-waktu. Cincin Einstein merupakan bentuk khusus dari lensa gravitasi yang terjadi ketika sumber cahaya, benda bermassa besar (sebagai lensa), dan pengamat berada dalam satu garis lurus (Syzygy). Keselarasan ini menghasilkan simetri di sekitar lensa, sehingga cahaya tampak membentuk pola melingkar menyerupai cincin.[5]

Ukuran cincin Einstein dinyatakan melalui jari-jari Einstein (radius Einstein), yang diukur dalam satuan radian.[6]

θ 1 = 4 G M c 2 D L S D S D L , {\displaystyle \theta _{1}={\sqrt {{\frac {4GM}{c^{2}}}\;{\frac {D_{LS}}{D_{S}D_{L}}}}},} {\displaystyle \theta _{1}={\sqrt {{\frac {4GM}{c^{2}}}\;{\frac {D_{LS}}{D_{S}D_{L}}}}},}

dimana

G {\displaystyle G} {\displaystyle G} adalah tetapan gravitasi,
M {\displaystyle M} {\displaystyle M} adalah massa lensa,
c {\displaystyle c} {\displaystyle c} adalah kecepatan cahaya,
D L {\displaystyle D_{L}} {\displaystyle D_{L}} adalah jarak diameter sudut ke lensa,
D S {\displaystyle D_{S}} {\displaystyle D_{S}} adalah jarak diameter sudut ke sumber cahaya, dan
D L S {\displaystyle D_{LS}} {\displaystyle D_{LS}} adalah jarak diameter sudut antara lensa dan sumber cahaya.[7]

Pada skala kosmologis, secara umum berlaku bahwa D L S ≠ D S − D L {\displaystyle D_{LS}\neq D_{S}-D_{L}} {\displaystyle D_{LS}\neq D_{S}-D_{L}} karena geometri ruang-waktu pada jarak yang sangat jauh tidak bersifat Euclidean akibat ekspansi alam semesta.

Sejarah

Pembelokan cahaya oleh benda bermassa besar pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein pada tahun 1912, beberapa tahun sebelum ia mempublikasikan teori relativitas umum pada tahun 1916. Fenomena cincin Einstein pertama kali disebutkan dalam literatur akademik oleh fisikawan Rusia Orest Khvolson pada tahun 1924, yang menggambarkan adanya efek halo gravitasi ketika sumber cahaya, lensa, dan pengamat berada dalam keselarasan hampir sempurna.[8]

Einstein menyinggung fenomena pembelokan cahaya ini dalam makalahnya tahun 1936 yang diterbitkan di jurnal Science (vol. 84, hlm. 506), setelah menerima surat dari insinyur asal Ceko, R. W. Mandl. Dalam publikasi tersebut, Einstein menyatakan bahwa pengamatan langsung terhadap fenomena tersebut hampir tidak mungkin dilakukan karena kecilnya sudut pembelokan cahaya (disebut sudut Einstein, kini dilambangkan sebagai θ1) serta akibat dari keterbatasan daya pisah instrumen pada masa itu. Einstein hanya mempertimbangkan kemungkinan pengamatan cincin Einstein yang dihasilkan oleh bintang, yang peluangnya memang sangat kecil. Untuk lensa yang lebih besar seperti galaksi atau lubang hitam, kemungkinan pengamatannya jauh lebih tinggi karena ukuran sudut cincin Einstein meningkat seiring bertambahnya massa lensa.[9]

Cincin Einstein lengkap pertama, B1938+666, ditemukan pada tahun 1998 melalui kolaborasi antara astronom dari Universitas Manchester dan Teleskop Luar Angkasa Hubble (NASA).[10] Sampai saat ini, belum terdapat pengamatan langsung terhadap dua bintang yang membentuk cincin Einstein. Namun, terdapat kemungkinan sekitar 45% bahwa fenomena semacam itu akan terjadi pada Mei 2028, ketika Alpha Centauri A melintas di depan sebuah bintang merah jauh di belakangnya.[11]

Referensi

  1. ↑ Gough, Evan (2016-06-02). "New 'Einstein Ring' Discovered By Dark Energy Camera". Universe Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
  2. ↑ "Einstein's Rings in Space | Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian". www.cfa.harvard.edu. Diakses tanggal 2025-11-07.
  3. ↑ Dhabi, NYU Abu. "What Really Happens When the Stars Align". New York University Abu Dhabi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
  4. ↑ "Astronomers Watch a Supernova and See Reruns (Published 2015)" (dalam bahasa Inggris). 2015-03-05. Diakses tanggal 2025-11-07.
  5. ↑ "Video: Out There | Einstein's Telescope". The New York Times (dalam bahasa American English). 2015-03-05. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-11-07.
  6. ↑ "An Etymological Dictionary of Astronomy and Astrophysics - English-French-Persian". dictionary.obspm.fr. Diakses tanggal 2025-11-07.
  7. ↑ Pritchard, Jonathan. "Gravitational lensing" (PDF). Harvard and Smithsonian. hlm. 19. Diakses tanggal 21 Desember 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Renn, Jürgen; Sauer, Tilman; Stachel, John (1997-01-10). "The Origin of Gravitational Lensing: A Postscript to Einstein's 1936 Science Paper". Science. 275 (5297): 184–186. doi:10.1126/science.275.5297.184. ISSN 0036-8075.
  9. ↑ Einstein, Albert (1936-12). "Lens-Like Action of a Star by the Deviation of Light in the Gravitational Field". Science (dalam bahasa Inggris). 84 (2188): 506–507. doi:10.1126/science.84.2188.506. ISSN 0036-8075.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  10. ↑ "A Bull's Eye for MERLIN and the Hubble". www.merlin.ac.uk. Diakses tanggal 2025-11-07.
  11. ↑ Kervella, P.; Mignard, F.; Mérand, A.; Thévenin, F. (2016-10-01). "Close stellar conjunctions of α Centauri A and B until 2050 - An mK = 7.8 star may enter the Einstein ring of α Cen A in 2028". Astronomy & Astrophysics (dalam bahasa Inggris). 594: A107. doi:10.1051/0004-6361/201629201. ISSN 0004-6361.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan