Minggu, 01 November 2026
02:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Chronicon Helveticum

Bagikan:

Chronicon Helveticum (dalam bahasa Latin berarti "Tawarikh Swiss") adalah salah satu catatan sejarah terkuno Konfederasi Swiss.

Naskah Chronicon Helveticum ditulis oleh Aegidius Tschudi pada tahun 1550.[1] Walaupun Tschudi kemunginan telah membuat revisi terakhir antara 1569 and 1570, karya ini baru diterbitkan oleh Johann Rudolf Iselin pada tahun 1734.[2]

Chronicon Helveticum karya Tschudi merupakan sumber sejarah yang penting dalam sejarah Swiss karena di dalamnya terdapat salinan 50 dokumen yang sudah hilang.[3] Terkait dengan isinya, Tschudi membahas sejarah kemerdekaan bangsa Swiss.[2] Dokumen ini juga menjadi sumber sejarah yang penting untuk mengkaji legenda Wilhelm Tell.[4]

Tawarikh ini belakangan menjadi sumber inspirasi untuk Geschichten Schweizerischer Eidgenossenschaft (Sejarah Konfederasi Swiss) karya Johannes von Müller dan juga drama Wilhelm Tell karya Friedrich Schiller.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Bergier, hlm. 16.
  2. 1 2 Potter, hlm. 39.
  3. ↑ Stump, hlm. 225.
  4. ↑ Bergier, hlm. 21.

Daftar pustaka

  • Bergier, Jean-François. Wilhelm Tell: Realität und Mythos. München: Paul List Verlag, 1990.
  • Potter, G. R. The English Historical Review 85.335 (1970): 393.
  • Stump, Philipp, H. Speculum 70.1 (1995): 215–217.
  • Tell Museum. Führer durch das Tell-Museum in Bürglen am Klausenpass.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan