Rabu, 04 November 2026
05:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Chogan

Bagikan:

Chogan (چوگان, Chogān) adalah permainan berkuda tradisional di Iran yang diiringi musik dan penuturan cerita. Menurut UNESCO, Chogan memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun di Iran dan sebagian besar dimainkan di istana dan lapangan kota. Dua tim penunggang kuda bertanding, dan tujuannya adalah memasukkan bola melewati gawang lawan dengan sebuah tongkat kayu.[1] Pada Desember 2017, Chogan dicatat dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Manusia.[2]

Unsur

Menurut UNESCO, Chogan terdiri atas tiga bagian: permainan utama, pertunjukan musik yang menyertainya, dan penuturan cerita. Pelakunya dikelompokkan ke dalam tiga golongan utama, yaitu para pemain, para penutur cerita, dan para pemusik.[1]

Makna budaya

UNESCO menggambarkan Chogan sebagai unsur budaya, seni, dan olahraga yang terhubung erat dengan jati diri dan sejarah para pelakunya. Chogan hadir kuat dalam sastra, penuturan cerita, peribahasa, kerajinan tangan, dan ornamen yang menjadi bagian penting simbolisme para pelakunya. Chogan juga dipandang menjaga kesehatan tubuh dan jiwa serta menghubungkan alam, manusia, dan kuda.[1]

Dalam sistem klasifikasi UNESCO, Chogan dikaitkan dengan konsep tarian, puisi epik, permainan berkuda, pesta, sastra rakyat, kerajinan tangan, musik instrumental, seni pertunjukan, dan penuturan cerita. Unsur ini tercakup dalam lima ranah Konvensi, yaitu tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual, dan perayaan, pengetahuan dan praktik tentang alam dan semesta, serta kerajinan tradisional.[1]

Pewarisan

Pewarisan Chogan secara tradisional berlangsung secara tidak resmi dalam keluarga atau di bengkel-bengkel. Teknik Chogan masih dijaga secara aktif oleh keluarga dan praktisi lokal. Dalam beberapa dasawarsa terakhir, berbagai asosiasi Chogan juga berdiri, yang menyelenggarakan kursus pelatihan, mendukung para guru setempat, dan membantu pewarisan semua aspek Chogan sambil menjaga keragaman lokal.[1]

Pengakuan UNESCO

Iran mengajukan pencalonan Chogan kepada UNESCO pada 30 Maret 2016. Pencalonan itu merupakan hasil upaya selama tiga tahun oleh kementerian olahraga dan lembaga warisan budaya Iran.[2] Komite Antarpemerintah mencatat Chogan dalam Daftar Representatif pada sidang ke-12 (12.COM) tahun 2017. Dalam keputusannya, Komite menyebut Chogan sebagai permainan berkuda tradisional yang diiringi musik dan penuturan cerita, dan mencatat bahwa unsur ini sudah masuk Inventarisasi Representatif Nasional Warisan Budaya Takbenda Iran pada 2010.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Chogān, a horse-riding game accompanied by music and storytelling". UNESCO Intangible Cultural Heritage (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 November 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Schmidt, Natasha (8 Desember 2017). "UNESCO and the Ancient Persian Game of Chogan". IranWire (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 November 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Decision of the Intergovernmental Committee: 12.COM 11.B.14". UNESCO Intangible Cultural Heritage (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 November 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan