Sabtu, 24 Oktober 2026
08:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Che hun tiau

Bagikan:

Ce Hun Tiau adalah salah satu minuman tradisional khas Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Minuman ini biasanya terdiri atas tujuh bahan utama, yaitu cincau, kacang merah, ketan hitam, santan, gula merah cair, bongko atau ati pari, serta Ce Hun Tiau itu sendiri yang terbuat dari tepung sagu dan berbentuk menyerupai mie.[1]

Nama Ce Hun Tiau berasal dari bahasa Tio Ciu, di mana kata ce berasal dari kata ciu yang berarti ubi, hun berarti tepung, dan tiau atau tiaw bermakna potongan memanjang. Hidangan ini pertama kali dibawa oleh komunitas Tionghoa ketika mereka menetap di Pontianak, dan sejak itu berkembang menjadi salah satu kuliner khas yang cukup populer di kota tersebut.[2]

Referensi

  1. ↑ Indra, Febryola; Erelle; Valensky, Sherla (2024-06-08). "Eksplorasi Es Tradisional khas Pontianak: Ce Hun Tiau dan Es Bongko". EDUTOURISM Journal Of Tourism Research. 6 (01): 01–09. doi:10.53050/ejtr.v6i01.763. ISSN 2721-1371.
  2. ↑ Wiyanti, Natasha (2022-05-05). "5 Fakta Ce Hun Tiau, Minuman Pontianak yang Manis dan Segar". idntimes. Diakses tanggal 2025-09-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan