Selasa, 22 September 2026
05:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Challah

Challah

Roti kepang

330px-ChallahS.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roti challah di atas piring, dibubuhi dengan wijen

Challah (hallah) (bahasa Yahudi: חלה) juga dikenal sebagai khale (Yiddish Timur), barches (Jerman dan Barat Yiddish), berches (Swabia), barkis (Gothenburg), bergis (Stockholm), dan kitke (Afrika Selatan), adalah sebuah roti spesial yang dianyam yang dimakan oleh orang-orang Ashkenazi dan sekumpulan orang Sefardim pada hari Sabat dan hari libur.

Menurut tradisi Yahudi, makanan hari Sabat dan libur dimulai dengan memberkati dua buah roti. "Roti tumpuk" ini (Yahudinya: lechem mishneh) dibuat untuk memperingati roti manna yang jatuh dari surga saat orang Israel berjalan di tengah gurun selama empat puluh tahun setelah Exodus dari Mesir. Tapi roti manna tersebut tidak jatuh saat hari Sabat dan libur; tetapi, dua roti jatuh saat hari Sabat dan libur. Roti inilah, dapat dikenali dari anyamannya, inilah yang disebut challah.

Bahan dan pembuatan

330px-Challah_Braiding.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Challah tepung terigu sedang dianyam sebelum dibakar.

Challah tradisional mengunakaan banyak sekali telur, tepung putih, dan gula. Resep modern mengunakaan lebih sedikit telur (ada juga yang sama sekali tidak mengunakaan telur) dan tepung putih akhirnya diganti dengan tepung terigu, oat, atau spelt. Kadang madu dan sirup gula juga ditambahkan sebagai pemanis. Adonan roti digulung menjai pita dan di anyam sebelum di bakar. Kadang juga dibubuhi biji bunga popi dan wijen sebelum dibakar; biji-biji tersebut dianggap sebagai simbol roti manna yang dimakan orang Israel saat perjalanan empat puluh tahun di gurun setelah keluar dari Mesir. Adonan ini kadang diberi kuning telur untuk menambah kesan keemasan. Kismis juga kadang ditambahkan. Challah termasuk parave, tidak seperti brioche dan roti Eropa yang lainnya, yang mengandung susu dan mentega.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan