Kamis, 22 Oktober 2026
13:30 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Cereus fricii

Cereus fricii

Bagikan:
Cereus fricii
250px-Catatumbo-442_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Cactaceae
Subfamili: Cactoideae
Genus: Cereus
Spesies:
C. fricii
Nama binomial
Cereus fricii
Backeb. 1930

Cereus fricii adalah sebuah spesies tumbuhan dalam genus Cereus yang berasal dari Venezuela.[2]

Deskripsi

Cereus fricii tumbuh menyerupai pohon, bercabang lebat, dan mencapai ketinggian hingga 8 meter. Batang utamanya dapat mencapai tinggi 2 meter dengan diameter 50 sentimeter. Tunasnya yang silindris dan hampir tegak berwarna hijau tua. Terdapat empat hingga enam rusuk yang menonjol dan berlekuk secara horizontal. Areola besar yang terdapat di sana berjarak 1 hingga 2 sentimeter satu sama lain dan ditutupi oleh bulu halus berwarna putih. Tiga duri sub-sentralnya berwarna cokelat tua dan akan berubah menjadi abu-abu seiring waktu. Salah satu duri menghadap ke bawah, sementara sisanya berdiri hampir tegak. Sekitar tujuh duri radialnya berwarna cokelat.

Bunganya berwarna krem dengan panjang hingga 9 sentimeter. Buahnya, yang memiliki panjang hingga 6 sentimeter, berwarna seperti warna salmon.

Persebaran

Cereus fricii tersebar di wilayah utara Venezuela.

Taksonomi

Deskripsi pertama tanaman ini diterbitkan pada tahun 1930 oleh Curt Backeberg. Sinonim nomenklatur untuk spesies ini adalah Cephalocereus fricii (Backeb.) Borg (1951) dan Subpilocereus fricii (Backeb.) Guiggi (2010).

Dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN, spesies ini diklasifikasikan sebagai "Rentan (VU)".[1]

Referensi

  1. 1 2 "The IUCN Red List of Threatened Species". IUCN Red List of Threatened Species. 2011-07-27. Diakses tanggal 2023-08-13.
  2. ↑ "Cereus fricii in Tropicos".

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Cactaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan