Selasa, 03 November 2026
22:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Cereus fricii

Cereus fricii

Bagikan:
Cereus fricii
250px-Catatumbo-442_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Cactaceae
Subfamili: Cactoideae
Genus: Cereus
Spesies:
C. fricii
Nama binomial
Cereus fricii
Backeb. 1930

Cereus fricii adalah sebuah spesies tumbuhan dalam genus Cereus yang berasal dari Venezuela.[2]

Deskripsi

Cereus fricii tumbuh menyerupai pohon, bercabang lebat, dan mencapai ketinggian hingga 8 meter. Batang utamanya dapat mencapai tinggi 2 meter dengan diameter 50 sentimeter. Tunasnya yang silindris dan hampir tegak berwarna hijau tua. Terdapat empat hingga enam rusuk yang menonjol dan berlekuk secara horizontal. Areola besar yang terdapat di sana berjarak 1 hingga 2 sentimeter satu sama lain dan ditutupi oleh bulu halus berwarna putih. Tiga duri sub-sentralnya berwarna cokelat tua dan akan berubah menjadi abu-abu seiring waktu. Salah satu duri menghadap ke bawah, sementara sisanya berdiri hampir tegak. Sekitar tujuh duri radialnya berwarna cokelat.

Bunganya berwarna krem dengan panjang hingga 9 sentimeter. Buahnya, yang memiliki panjang hingga 6 sentimeter, berwarna seperti warna salmon.

Persebaran

Cereus fricii tersebar di wilayah utara Venezuela.

Taksonomi

Deskripsi pertama tanaman ini diterbitkan pada tahun 1930 oleh Curt Backeberg. Sinonim nomenklatur untuk spesies ini adalah Cephalocereus fricii (Backeb.) Borg (1951) dan Subpilocereus fricii (Backeb.) Guiggi (2010).

Dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN, spesies ini diklasifikasikan sebagai "Rentan (VU)".[1]

Referensi

  1. 1 2 "The IUCN Red List of Threatened Species". IUCN Red List of Threatened Species. 2011-07-27. Diakses tanggal 2023-08-13.
  2. ↑ "Cereus fricii in Tropicos".

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Cactaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan