Kamis, 01 Oktober 2026
09:53 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Cermai

Cermai

spesies tumbuhan

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Gunung Ceremai.
Cermai
250px-Otaheite_gooseberry.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah
250px-Phyllanthus_acidus_Blanco2.303.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan menurut Blanco
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malpighiales
Famili: Phyllanthaceae
Genus: Phyllanthus
Spesies:
P. acidus
Nama binomial
Phyllanthus acidus
Sinonim

Phyllanthus distichus Müll.Arg.
Cicca acida Merr.
Cicca disticha L.
Averrhoa acida L.

Cermai,[1] ceremai, cereme, atau cerme adalah nama sejenis pohon dengan buahnya sekali. Buah yang masam ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti ceureumoe (Aceh), chermai (Mal.), karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry, dan beberapa sebutan yang lain. Nama ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus.

Pemerian

250px-Phyll_acid_071008-0393_F_brb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah di pohonnya

Perdu atau pohon kecil dengan ketinggian sampai 9 m, bercabang rendah dan renggang. Sepintas, pohon cerme bukan tidak mirip dengan pohon belimbing wuluh.

Daun tunggal, bundar telur dengan ujung runcing, panjang 2–7 cm, tersusun di rantingnya seperti daun majemuk menyirip.

250px-Phyllanthus_acidus3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah

Bunga-bunganya berkelamin tunggal atau ganda, merah, berbilangan 4, tersusun dalam malai hingga 12 cm. Buah batu, bulat dengan 6–8 rusuk, kuning keputihan menyerupai lilin, berdiameter hingga 2,5 cm, bergantungan sendiri atau dalam untaian. Daging buah keputihan, masam, dan berair banyak, di tengahnya terdapat inti yang keras dengan 4–6 butir biji.

Manfaat

250px-Phyll_acid_071008-0390_T_brb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon cerme dengan buahnya.

Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam, atau dirujak. Cerme juga kerap dibuat manisan, direbus (disetup), atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya digunakan sebagai lalap.

Daun dan biji dari tanaman ini mempunyai khasiat untuk kesehatan.[2] Daunnya untuk batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker, dan seriawan.[2] Sedangkan bijinya untuk sembelit dan mual.[2] Rebusan akar cerme digunakan untuk meringankan asma dan mengobati penyakit kulit. Bahan penyamak juga dihasilkan dari kulit akarnya.

Pohon cerme kerap ditanam sebagai peneduh atau penghias halaman dan taman. Pohon ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis, menyukai tempat yang lembap sampai ketinggian sekitar 1.000 mdpl. Cerme dapat dibiakkan melalui biji atau stek.

Penyebaran

Cerme diperkirakan memiliki asal-usul dari Madagaskar. Kini cerme telah menyebar ke berbagai wilayah tropis seperti di Asia Tenggara (Vietnam selatan, Laos, Indonesia dan Malaya bagian utara), kepulauan-kepulauan Mauritius, Réunion dan Rodrigues di Samudra Hindia, serta di Guam, Hawaii, dan beberapa kepulauan lain di Samudra Pasifik.

Pada tahun 1793, tanaman ini dibawa ke Jamaika dari Timor; dan semenjak itu menyebar luas ke seluruh kepulauan Karibia, diikuti kemudian dengan masuknya ke Amerika Tengah dan Selatan.

Jenis berkerabat

Cerme berkerabat dekat dengan pohon malaka (Phyllanthus emblica) dan meniran (P. niruri); keduanya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat.

Referensi

  1. ↑ KBBI: cermai
  2. 1 2 3 1965-, Saparinto, Cahyo,. Grow your own fruits : panduan praktis menanam 28 tanaman buah populer di pekarangan (Edisi Ed. 1). Yogyakarta. ISBN 9789792959468. OCLC 987333918.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)

Bacaan lanjutan

  • Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA–Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ceremai.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan