Jumat, 02 Oktober 2026
04:23 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Ceplukan

Ceplukan

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Ceplukan
250px-Starr_050222-4124_Physalis_angulata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Physalis angulata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Embryophyta
Klad:Tracheophyta
Klad:Spermatophytes
Klad:Angiosperms
Klad:Eudikotil
Klad:Asterid
Ordo:
Famili:
Tribus:
Genus:
Physalis

L. (1753), nom. cons.[1]
Spesies tipe
Physalis pubescens
Spesies

Lihat teks

Sinonim[2]
  • Alicabon Raf. (1838)
  • Boberella E.H.L.Krause (1903), nom. superfl.
  • Epetorhiza Steud. (1840), not validly publ.
  • Herschellia T.E.Bowdich (1825)
  • Margaranthus Schltdl. (1838)
  • Pentaphitrum Rchb. (1841)
Artikel takson sembarang

Ceplukan[3] (Physalis) adalah tumbuhan liar, buahnya seperti lonceng kecil, disukai anak-anak karena rasanya manis dan agak asam,[4] buahnya dibungkus lapisan tipis menyerupai kertas. Cecendet adalah sebutan dari daerah Sunda, di daerah Rejang disebut seltup, daerah lainnya di Indonesia tumbuhan satu ini biasa disebut dengan kopok-kopokan, ciplukan,[5] atau nyeoran.[6]

Buah dari tumbuhan cecendet kerap kali diburu oleh anak-anak kecil karena mempunyai rasa yang manis asam dan segar.

Pemerian

250px-Ceplukan_cilatuik_Physalis_angulata_hariadhi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah dari Physalis angulata.

Tumbuhan cecendet memiliki tinggi maksimal 1 meter, batangya bergurat, bercabang, mengandung tinggi air dan mudah dipatahkan. Daun berbentuk oval dengan ujung runcing serta pinggiran tak beraturan lebar 2,5-3,5 cm panjang 5–6 cm.

Bunganya terletak pada ketiak atau cabang dari batangya, tangkai bunga 2,5–4 cm tegak dan akan mulai menunduk saat bakal buah muncul. Buah cecendet dibungkus kelopak yang menggelembung, tipis, berbentuk bulat dengan ujung meruncing, mirip seperti kertas tipis. Kelopaknya berwarna hijau saat masih muda, berwarna kuning saat buah mulai matang, kering kecoklatan kondisi terlalu matang.

Buahnya berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi kuning keemasan jika sudah matang, ukuran buah 1-1,5 cm, mempunyai rasa manis dan asam segar dengan aroma langu seperti tomat.

Habitat

Cecendet adalah tumbuhan liar yang dapat tumbuh di mana saja dengan kondisi sinar matahari penuh, Umumnya cecendet akan tubuh di hutan terbuka, semak belukar, pinggiran jalan, kebun, perkarangan rumah, sawah hingga tepian sungai.

Kandungan

Kandungan senyawa pada daun, akar dan batang meliputi saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Kandungan pada buah berupa vitamin C, asam sitrat, fisalin, gula, serat, air, zat besi, fosfor dan beberapa mineral lainnya.

Referensi

  1. ↑ "Genus: Physalis L." Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 2009-09-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-29. Diakses tanggal 2010-04-14.
  2. ↑ Physalis L. Plants of the World Online. Retrieved 24 April 2024
  3. ↑ "Arti kata ceplukan". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 9 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Arti kata cecendet". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 18 Februari 2024.
  5. ↑ Hadiyanti, Nugraheni; Supriyadi; Pradono (Agustus 2018). "KERAGAMAN BEBERAPA TUMBUHAN CIPLUKAN (Physalis spp.) DI LERENG GUNUNG KELUD JAWA TIMUR" (PDF). 17 (2): 135–146. doi:DOI:10.14203/beritabiologi.v17i2.3238. ISSN 0126-1754.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai |doi=
  6. ↑ "Ciplukan (Physalis angulata L.)–CCRC" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 18 Februari 2024.
Physalis angulata
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan