Sabtu, 24 Oktober 2026
01:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Celepuk biak

Celepuk biak

spesies burung

Bagikan:
Celepuk biak
250px-Biak_Scops_Owl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. beccarii
Nama binomial
Otus beccarii
Salvadori, 1876
Artikel takson sembarang

Celepuk biak merupakan jenis Burung hantu endemik Pulau Biak, Indonesia.

Deskripsi

Burung ini termasuk burung berukuran sedang dengan ukuran tubuh sekitar 20 sampai 25 cm.[2] Berwarna coklat, dengan bercas telinga yang pendek. Muka dan alis mata putih-pucat. Tubuh bagian atas bercoret coklat lebat dengan bercak putih pada skapular. Tubuh bagian bawah coklat atau merah-karat, dimungkingkan sebagai bentuk dimorfisme jenis kelamin.

Penyebaran dan ras

Seperti yang sudah disinggung di bagian atas bahwa burung ini adalah burung endemik pulau Biak di Teluk Geelvink, Papua Barat. Habitat utama mereka adalah hutan, termasuk hutan dengan ketinggian sekitar 1.000 kaki (300 m)[3] dan hutan rawa pesisir yang dibatasi oleh tebing batu kapur yang berhutan lebat.

Suara

Suara kasar yang terdengar seperti suara rusa dari jarak jauh.

Tempat hidup dan kebiasaan

Menghuni hutan, termasuk hutan tebang pilih, sampai ketinggian 300 m. Juga dapat ditemui di hutan-rawa dekat pesisir yang terlindungi oleh tebing karst. Makanan mereka kebanyakan terdiri dari vertebrata kecil atau serangga.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2012). "Otus beccarii". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosongs: |last-author-amp= and |authors=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Biak Scops Owl (Otus beccarii) – Planet of Birds". www.planetofbirds.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-06-20.
  3. ↑ "Biak Scops Owls | Beauty of Birds". www.beautyofbirds.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan