Sabtu, 03 Oktober 2026
20:28 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Celengan

Celengan

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Celengan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Majapahit%2C_Piggy_Bank.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Celengan terakota Majapahit, abad 14-15 Masehi. Trowulan, Jawa Timur. (Koleksi Museum Nasional, Jakarta.)

Celengan merupakan nama umum untuk kotak akumulasi atau penabungan koin. Umumnya, celengan digunakan oleh anak-anak. Celengan biasanya terbuat dari keramik atau porselen. Celengan bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk menabung. Pada celengan tradisional, uang dapat dengan mudah dimasukkan, tetapi jika ingin mengambil uangnya, celengan tersebut harus dipecahkan. Tapi celengan modern memiliki lubang karet pada bagian bawahnya, untuk memudahkan dalam mengambil uang yang disimpan dalam celengan tersebut.

Sejarah

Kata celengan sebenarnya berasal dari nama binatang celeng, karena bentuk celengan memang banyak yang berbentuk Celeng, tetapi dalam perkembangannya bentuk celengan bermacam ragam dan tidak terbatas pada bentuk hewan-hewan saja.

Salah satu artefak penting yang membuktikan keberadaannya adalah celengan berbahan terakota dari era Majapahit, diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Celengan kuno ini ditemukan di daerah Trowulan, Jawa Timur, dan kini menjadi bagian dari koleksi yang dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta.[1]

Galeri =

  • Celengan berbentuk gajah, peninggalan Majapahit
    Celengan berbentuk gajah, peninggalan Majapahit
  • Celengan berbentuk ayam
    Celengan berbentuk ayam
  • Celengan berbentuk anak babi di Museum Trowulan
    Celengan berbentuk anak babi di Museum Trowulan


Ikon rintisan

Artikel bertopik mainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ "Berkas:Celengan berbentuk celeng era Majapahit di Majapahit.jpg - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas". commons.wikimedia.org. 2025-07-26. Diakses tanggal 2025-10-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan