Kamis, 29 Oktober 2026
13:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cecropis senegalensis

Cecropis senegalensis

spesies burung

Bagikan:
Cecropis senegalensis
250px-Mosque_Swallow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Hirundinidae
Genus: Cecropis
Spesies:
C. senegalensis
Nama binomial
Cecropis senegalensis
(Linnaeus, 1766)[2]
Sinonim

Hirundo senegalensis Linnaeus, 1766

Cecropis senegalensis merupakan burung layang-layang berukuran besar yang menetap di hampir seluruh wilayah Afrika Sub-Sahara, dengan konsentrasi tertinggi di bagian barat. Spesies ini tidak melakukan migrasi jarak jauh, tetapi pergerakannya cenderung mengikuti pola curah hujan di daerah yang ditempatinya.

Deskripsi

Cecropis senegalensis merupakan burung layang-layang terbesar dan paling berat di Afrika, dengan tampilan yang mengingatkan pada Cecropis daurica yang juga berbuntut merah. Bagian mahkota, punggung, dan ekornya berwarna biru tua mengilap, sementara area pipi dan sisi kepala yang pucat membentuk pola menyerupai kerah. Burung ini memiliki pantat merah gelap; tenggorokan serta dada bagian atas tampak coklat muda yang kemudian berangsur menjadi merah gelap pada bagian tubuh bawah lainnya. Bagian bawah sayap yang sangat terang memberikan kontras kuat dengan bulu terbang yang gelap. Betinanya serupa dengan jantan, tetapi memiliki pita ekor lebih pendek, sedangkan individu muda tampak lebih kecokelatan. Panjang tubuh spesies ini berkisar antara 21 hingga 23 cm.[3]

Persebaran

Burung ini tersebar dari Mauritania bagian selatan dan Senegal timur hingga Sudan Selatan bagian barat, lalu meluas ke arah selatan mencakup Namibia, Botswana utara, Zimbabwe, Mozambik, dan timur laut Afrika Selatan. Di Afrika selatan, spesies ini umumnya menghuni kawasan berhutan, terutama hutan lebat berdaun lebar yang berisi seperti dengan pohon mopane (Colosphermum mopane), tetapi juga muncul di hutan yang penuh dengan pohon miombo (Brachystegia spp.), serta area dengan pohon baobab (Adansonia digitata) dan kayu timah (Combretum imberbe). Sementara itu, di Afrika Barat burung ini lebih menyukai habitat yang lebih terbuka seperti tepi hutan, sabana, dan bahkan kawasan sekitar permukiman.[4][5]

Perilaku

Burung ini membangun sarang secara individual maupun dalam kelompok kecil. Sarangnya tersusun dari pelet-pelet lumpur yang dilapisi rumput dan bulu, berbentuk mirip labu dengan lorong masuk panjang di salah satu sisinya. Lokasi sarang umumnya berada di rongga pohon terutama pada baobab, tetapi juga bisa ditemukan pada cabang pohon, bangunan, atau gorong-gorong jalan. Musim berkembang biaknya berlangsung hampir sepanjang tahun, dengan puncak antara Agustus hingga April, dan setiap kali bertelur biasanya berjumlah 2–4 butir.[5]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Cecropis senegalensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22712365A94331657. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22712365A94331657.en. Diakses tanggal 2025-11-22.
  2. ↑ "Cecropis senegalensis (Linnaeus, 1766)". www.itis.gov. Diakses tanggal 2025-11-22.
  3. ↑ Borrow, Nik; Demey, Ron (2001). Birds of Western Africa. A & C Black. hlm. 569. ISBN 0-7136-3959-8.
  4. ↑ "Mosque Swallow (Cecropis senegalensis)". HBW Alive. Lynx Edicions. Diakses tanggal 2016-11-20.
  5. 1 2 "Hirundo senegalensis (Mosque swallow)". Biodiversity Explorer. Iziko Museums of South Africa. Diakses tanggal 2016-11-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan