Senin, 12 Oktober 2026
04:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Carlo Urbani

Carlo Urbani

dokter asal Italia

Bagikan:
Carlo Urbani
Carlo_urbani.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1956-10-19)19 Oktober 1956
Meninggal29 Maret 2003(2003-03-29) (umur 46)
PendidikanUniversitas Ancona
Dikenal karenaMengidentifikasi SARS
ProfesiDokter
InstitusiMédecins Sans Frontières
Organisasi Kesehatan Dunia
PenelitianPenyakit infeksi, penyakit parasit

Carlo Urbani (Italia:[ˈkarlourˈbaːni]ⓘ; 19 Oktober 1956 – 29 Maret 2003) adalah seorang dokter dan ahli mikrobiologi asal Italia dan orang pertama yang mengidentifikasi SARS sebagai penyakit baru dan berbahaya.[1][2] Meskipun ia terinfeksi dan meninggal, peringatan awal darinya kepada Organisasi Kesehatan Dunia memicu tanggapan global yang menyelamatkan banyak nyawa.

Karier

Urbani lulus dari jurusan kedokteran Universitas Ancona pada tahun 1981. Ia mengambil spesialisasi penyakit tropis dan penyakit menular di Universitas Messina. Ia kemudian mengambil S3 di bidang parasitologi tropis.

Urbani menjadi sukarelawan LSM Katolik Italia, Mani Tese, dan mendalami penyakit endemik Afrika. Pada tahun 1987, Urbani pindah ke Ethiopia selama satu bulan. Tahun 1989, ia menjadi dokter penyakit menular di provinsi Macerata. Setelah bertahun-tahun bekerja di bidang kedokteran epidemi, ia menjadi konsultan luar untuk Organisasi Kesehatan Dunia pada 1993.

Tahun 1996, Urbani bergabung dengan Médecins Sans Frontières dan pindah bersama keluarganya ke Phnom Penh, Kamboja, selama satu tahun. Sepulangnya ke tempat dinasnya di Macerata, ia diangkat sebagai presiden MSF cabang Italia. Ia ikut meluncurkan kampanye melawan perusahaan obat-obatan multinasional yang mendongkrak harga obat AIDS, malaria, dan tuberkulosis. Pada tahun 1999, Urbani diutus untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas nama MSF.[3] Uang hadiahnya dipakai untuk merintis kampanye internasional yang memperjuangkan pasokan obat-obatan penting bagi masyarakat miskin di seluruh dunia.

Wabah SARS

Pada akhir Februari 2003,[3] Urbani dipanggil ke L'Hôpital Français De Hanoï untuk memeriksa seorang pasien bernama Johnny Chen, pebisnis asal Amerika Serikat yang diduga mengalami influenza parah. Urbani sadar Chen mungkin mengidap penyakit baru yang sangat menular. Ia langsung menghubungi WHO agar kasus ini ditindaklanjuti. WHO kemudian melakukan proses pencegahan wabah yang berlangsung selama 5 bulan dengan cara isolasi dan karantina.[4] Urbani juga meminta Kementerian Kesehatan Vietnam mulai mengisolasi pasien dan memeriksa pelancong. Aksinya memperlambat penularan awal virus ini.

Pada tanggal 11 Maret, Urbani berangkat ke Bangkok untuk melakukan sosialisasi tentang infeksi parasit yang dapat menjangkit anak-anak. Ia mulai demam di pesawat. Seorang kolega yang menjemputnya di bandara langsung memanggil ambulans.

Kehidupan pribadi

Urbani menikahi Giuliana Chiorrini pada tahun 1983. Anak pertama mereka, Tommaso, lahir tahun 1987.[5] Mereka memiliki tiga anak.[3]

Urbani terjangkit SARS saat menangani pasien yang terinfeksi di Hanoi. Kamarnya di rumah sakit Bangkok diubah menjadi sal isolasi. Komunikasi dengan Urbani dilakukan melalui interkom. Dokter memasang respirator karena paru-parunya semakin lemah. Urbani meminta seorang pendeta menyampaikan doa terakhir dan meminta paru-parunya disumbangkan untuk diteliti. Urbani meninggal dunia pada tanggal 29 Maret 2003 setelah dirawat intensif selama 18 hari.

Referensi

  1. ↑ Coates, Sam; Asthana, Anushka. The Times. London http://www.timesonline.co.uk/tol/comment/obituaries/article1129034.ece.{{cite news}}: |title= tidak ada atau kosong(perlu berlangganan)
  2. ↑ "Dr. Carlo Urbani of the World Health Organization dies of SARS". WHO.
  3. 1 2 3 McNeil (Jr.), Donald G. (2003-04-08). "Disease's Pioneer Is Mourned as a Victim". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2019-12-06.
  4. ↑ "Summary of probable SARS cases with onset of illness from 1 November 2002 to 31 July 2003". World Health Organization (WHO). 31 Desember 2003. Diakses tanggal 31 Oktober 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "8 - Carlo Urbani - Una vita per gli altri". Logifranchi. Nel mondo - CRONACA - 8. 2004-08-31. Diakses tanggal 23 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ On behalf of the Italian association named "Testimoni del tempo". Bibliographic note in Paul Ricoeur (1997). La critica e la convinzione. Intervista con François Azouvi e Marc de Launay. Di fronte e attraverso - Filosofia (dalam bahasa Prancis and Italia). Diterjemahkan oleh Daniella Iannotta. Jaca Book. hlm. 54 (of 262). ISBN 9788816404373. OCLC 841199842. Diakses tanggal 2022-04-12 – via archive.is[pranala dihapus].{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan