Jumat, 02 Oktober 2026
01:47 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Caci Melo

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Caci. (Diskusikan)

Caci Melo adalah tari tradisional dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang kampung Melo, Desa Liang Ndara, Kecamatan Sanonggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tari ini dimainkan saat musim panen, upacara pembukaan lahan, dan upacara besar lainnya atau dipentaskan untuk menyambut tamu penting.

Caci berasal dari kata "ca" dan "ci". Ca berarti satu dan Ci berarti uji. Tari ini bermakna pembuktian siapa yang benar siapa yang salah. Tari ini biasa dimainkan oleh sepasang lelaki berpakaian tradisional, dilengkapi dengan cambuk, giling (tameng), koret (penangkis), panggal (penutup kepala) dan iringan genderang. Penari Caci tidak hanya menari tetapi juga melecutkan cambuk ke lawan sembari berpantun dan bernyanyi. Tari Caci juga sekaligus merupakan medium pembuktian kekuatan seorang laki-laki Manggarai.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan