Jumat, 09 Oktober 2026
11:42 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
CPC Corporation

CPC Corporation

perusahaan asal Taiwan

Bagikan:
Perusahaan petrokimia milik negara TaiwanTemplat:SHORTDESC:Perusahaan petrokimia milik negara Taiwan
Artikel ini berisi tentang badan usaha milik negara Taiwan. Untuk badan usaha milik negara Tiongkok, lihat China National Petroleum Corporation.
CPC Corporation
250px-CPC_Corporation%2C_Taiwan_Seal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-CPC_Building_20120712_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama asli
台灣中油股份有限公司
JenisBadan usaha milik negara
IndustriMinyak dan gas
Kantor pusat
Tokoh kunci
Tai Chein (Chairman)
ProdukMinyak bumi
Gas alam
Bensin
PendapatanNT$1,188 triliun (2013)
Jumlah karyawan
14.787
IndukKementerian Perekonomian

CPC Corporation (Hanzi:台灣中油; Pinyin:Táiwān Zhōngyóu; Pe̍h-ōe-jī:Tâi-oân Tiong-iû) adalah sebuah badan usaha milik negara Taiwan yang bergerak di bidang produksi minyak bumi, gas alam, dan bensin.

Sejarah

Sejarah awal

Perusahaan ini didirikan pada tanggal 1 Juni 1946 di Shanghai dengan nama Chinese Petroleum Corporation (中國石油) oleh pemerintah Republik Tiongkok (saat itu masih di Tiongkok Daratan). Setelah Kuomintang mundur ke Taiwan pasca Perang Saudara Tiongkok, perusahaan ini dialihkan dari Dewan Sumber Daya ke Kementerian Perekonomian. Perusahaan ini pun menggabungkan semua fasilitas dan perusahaan yang relevan (Depo Bahan Bakar Kelautan ke-6 Jepang, Teikoku Oil, Nippon Oil, dsb.) di Taiwan. Bisnis utama dari perusahaan ini meliputi penyelidikan, penambangan, pengilangan, pengangkutan, dan penjualan minyak bumi. Perusahaan ini juga memproduksi berbagai macam bahan kimia dan memiliki gerai ritel di seantero Taiwan.

Demokratisasi dan sejarah modern

Industri minyak bumi di Taiwan dimonopoli oleh perusahaan ini hingga bulan Juni 1996. Pada bulan Februari 2007, dewan direksi dari perusahaan ini menyetujui perubahan nama menjadi "CPC Corporation Taiwan" dan perubahan nama Tiongkoknya dari 中國石油 menjadi 台灣中油.[1] Perubahan nama tersebut ditujukan untuk menghindari kebingungan dengan PetroChina, badan usaha milik negara Tiongkok yang juga memiliki nama Tiongkok 中國石油, dan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mentaiwanisasi perusahaan asal Taiwan yang mencantumkan "China" dalam namanya.[2]

Pada bulan Desember 2018, produksi dimulai di fasilitas LNG apung Prelude di Australia, yang merupakan fasilitas produksi apung terbesar di dunia. Perusahaan ini berinvestasi pada fasilitas tersebut bersama Shell, Inpex Corporation, dan Korea Gas Corporation.[3][4]

Pada tahun 2019, sebuah kapal tanker asal Norwegia bernama Front Altair yang mengangkut kargo berupa nafta untuk perusahaan ini tiba-tiba diserang di Teluk Oman. Kargo senilai NT$1,07 miliar (US$34 juta) pun hilang, tetapi awak kapal dapat melarikan diri tanpa luka dan kargo tersebut kemudian diklaim asuransinya. Walaupun begitu, perusahaan ini tetap merugi sebesar NT$8 juta (US$254.000) akibat penyerangan tersebut.[5] Kargo tersebut setara dengan konsumsi Taiwan selama dua hari, tetapi tidak terlalu berdampak, karena perusahaan ini memiliki cadangan untuk konsumsi selama 45 hari.[6]

Pada tahun 2020, untuk pertama kalinya, kargo LNG netral karbon tiba di terminal LNG milik perusahaan ini di Kaohsiung. Kargo tersebut adalah bagian dari program baru yang dirancang untuk menjadikan impor bahan bakar netral karbon dengan membeli kredit karbon di pasar global. Pembelian awal dari Shell Eastern Trading adalah untuk kredit yang disertifikasi oleh program REDD+ dari PBB yang mendukung hutan di negara berkembang.[7]

Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai mengirim minyak mentah dari ladang minyak Oryx di Chad. Perusahaan ini telah mengeksplorasi minyak bumi di Chad sejak tahun 2006.[8]

Fasilitas

Pada tahun 2019, perusahaan ini mengumumkan pembangunan terminal LNG ketiga di Taoyuan yang diharapkan dapat selesai pada tahun 2023 dengan kapasitas awal sebesar 1 juta ton per tahun.[9]

Pada tahun 2019, perusahaan ini mendapat izin dari Environmental Protection Administration untuk membangun sebuah terminal LNG di Taichung.[10]

Pemasok

250px-Somaliland_oil_explorations.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Blok minyak di Somaliland yang dikelola secara bersama-sama oleh Genel dan perusahaan ini

Perusahaan ini telah lama membeli minyak bumi dari Iran. Meskipun Amerika Serikat kemudian memberi sanksi kepada semua perusahaan yang membeli minyak bumi dari Iran, perusahaan ini mendapat keringanan.[11] Walaupun begitu, perusahaan ini lalu memutuskan untuk tidak lagi membeli minyak bumi dari Iran.[12]

Pada tahun 2018, perusahaan ini meneken perjanjian dengan Cheniere Energy asal Amerika untuk membeli LNG selama 25 tahun mulai tahun 2021.[13]

Chairman

Referensi

  1. ↑ Central News Agency - Republic of China (Taiwan) (2007-02-10), Name Change Of CPC To Take Effect Immediately: Economics Minister, diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2007, diakses tanggal 10 Februari 2007{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Shan, Shelley; Lin, Jackie; Chuang, Jimmy; Shih, Hsiu-chuan (2007-02-13), "Postal service, oil refiner change names", Taipei Times
  3. ↑ "World's largest floating LNG platform starts production in Australia". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2018-12-26. Diakses tanggal 2019-05-16.
  4. ↑ "Prelude starts production". www.shell.com.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-16.
  5. ↑ Strong, Matthew (14 Juni 2019). "CPC Taiwan estimates losses from Sea of Oman tanker at NT$8 million". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Cheong, Wendy (17 Juni 2019). "Taiwan's CPC says it has sufficient naphtha, gasoline stocks after tanker fire". /www.spglobal.com. S&P Global. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Chang, Chris (9 Maret 2020). "1st shipment of carbon-neutral LNG arrives at Kaohsiung". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 10 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Strong, Matthew (12 November 2020). "Taiwan's CPC to start shipping oil from Chad". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Tan, Florence (12 Maret 2019). "Taiwan's CPC to start building third LNG terminal by mid-2019". www.reuters.com. Reuters. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Staff Writers (28 Juni 2019). "Taiwan Business Quick Take". www.taipeitimes.com. Taipei Times. Diakses tanggal 22 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Morgan, Scott (6 November 2018). "Taiwan waived from US ban on Iranian oil". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Deaeth, Duncan (Desember 2018). "Despite sanctions waiver from US, Taiwan's CPC Corp. ceases buying Iranian oil". www.taiwannews.com.tw. Taiwan News. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Julie Gordon and Henning Gloystein, Jess Macy Yu (11 Agustus 2018). "Cheniere signs 25-year LNG sales deal with Taiwan's CPC". www.reuters.com. Reuters. Diakses tanggal 23 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai CPC Corporation, Taiwan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan