Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Bus kapsul" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |

Bus kapsul atau bus helikopter adalah model karoseri bus yang dikembangkan di Indonesia pada dekade 1970-an dan populer pada dekade 1980-an. Dikembangkan oleh sejumlah perusahaan karoseri bus di Indonesia, rancang bangun bus ini memiliki ciri khas berupa eksperimentasi moncong bus berbentuk seperti hidung helikopter untuk meningkatkan aerodinamika. Desain ini digunakan secara luas baik pada bus kecil, bus sedang, dan bus besar.
Sejarah
Sebagai sebuah reka cipta Indonesia, perusahaan karoseri bus pertama yang memopulerkan desain bodi bus kapsul adalah perusahaan karoseri asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Magelang Bus Manufacturing (MBM). Karena mengusung rancang bangun yang futuristis, tren ini kemudian ditiru oleh perusahaan karoseri lain, di antaranya ABC, Laksana, Malindo, New Armada, Rahayu Santosa, dan lain-lain.[1]
Rancang bangun bus kapsul tidak hanya untuk bus besar. Bus sedang dan bus kecil pun bahkan dikembangkan. ABC, Laksana, dan New Armada menjadi perusahaan karoseri bus yang mengadaptasikan rancang bangun bus ini. Bodi bus kapsul untuk ukuran sedang dan kecil banyak digunakan untuk bus perkotaan dan bumel di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Metro Mini dan Kopaja di DKI Jakarta. Sejumlah perusahaan otobus antarkota yang beroperasi pada dekade 1980-an juga banyak mengadopsi bodi ini untuk bus-bus besarnya, misalnya Mulyo Indah, Raya, Tjipto, dan Tri Kusuma.[2]
Tren bodi bus ini kemudian menghilang setelah German Motor Manufacturing, perusahaan karoseri bus milik agen pemegang merek Mercedes-Benz Truck, PT Star Motors Indonesia, memperkenalkan bodi bus baru berbentuk kotak, yang dikenal dengan nama "Banteng", pada awal dekade 1990-an.[2] Pada tahun 1995 ke atas, bus-bus kapsul hanya identik dengan bus kelas ekonomi atau perkotaan dan untuk bus besarnya, kalah bersaing dengan rancang bangun bodi bus selanjutnya yang lebih mengarah ke bodi kotak.[1]
Rancang bangun

Rancang bangun bodi bus kapsul dimaksudkan agar bus mampu mengejar aerodinamika. Moncongnya dirancang menyerupai pesawat udara atau helikopter. Karena bentuknya yang membulat ini, bodi bus ini disebut "kapsul". Kaca yang digunakan adalah bentuk kaca lengkung di bagian depan, kaca samping yang dibuat sangat lebar untuk memberikan visibilitas yang lebih luas, serta garis tepi bawah kaca penumpang yang dibuat rendah. Sasis yang digunakan untuk merakit bodi bus ini menggunakan mesin depan, seperti Hino AK atau Mercedes-Benz OF. meski mesin belakang seperti Mercedes-Benz OH juga digunakan. Eksterior bus juga umumnya sederhana, hanya berupa warna dasar dan livery yang berupa garis-garis sederhana saja.[1]
Referensi
- 1 2 3 Okezone (2023-05-22). "Sejarah Bus Kapsul di Indonesia: Bodi Unik yang Pernah Berjaya dan Kini Ditinggalkan - PAGE 2 : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 2026-10-28.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|website= - 1 2 "Tren Desain Bus 1980-an; Mulai Dari Kapsul Sampai Banteng GMM, Paling Stylish Sebelum Era SHD Menyerang | Autofun". WapCar News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-10-28.
| Adi Putro |
|
|---|---|
| Cipta Karya |
|
| GMM |
|
| Gunung Mas, Madiun |
|
| Gunung Mas, Malang |
|
| Laksana |
|
| Morodadi Prima |
|
| New Armada |
|
| Nusantara Gemilang / MAB |
|
| Piala Mas |
|
| Rahayu Santosa |
|
| Restu Ibu Pusaka |
|
| Tentrem |
|
| Tri Sakti |
|
| Trijaya Union |
|
| Lain-lain | |