Jumat, 16 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Burung semut

Burung semut

Bagikan:
Burung semut
250px-Gymnopithys-leucaspis-002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burung semut dua warna
Gymnopithys leucaspis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Thamnophilidae
Swainson, 1824
Diversitas
Sekitar 62 genera, lebih dari 230 spesies
250px-Thamnophilidae_distribution.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran famili
Artikel takson sembarang

Burung semut[1] adalah sebuah famili burung pengicau besar, Thamnophilidae.[2] Mereka ditemukan di wilayah subtropis dan tropis Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko hingga Argentina. Terdapat lebih dari 200 spesies dalam famili ini, dengan nama umum cendet-semut, cikrak-semut, vireo-semut, mata-api, burung-semak, dan mata-gundul.

Famili ini berkerabat dekat dengan anis-semut dan paok semut (famili Formicariidae), tapaculo, burung agas, dan burung oven.[3] Meski nama umum spesiesnya demikian, famili ini tidak berkerabat dekat dengan cikrak, vireo, ataupun cendet.

Burung semut umumnya berukuran kecil dengan sayap bulat dan kaki yang kuat. Biasanya bulu mereka kelabu pucat, putih, cokelat, dan pisangga. Kedua jenis kelaminnya memiliki sedikit perbedaan corak dan warna bulu. Beberapa spesies mengkomunikasikan peringatan ke lawannya dengan menampakkan bagian bulu putih di belakang pundak mereka. Kebanyakan dari mereka memiliki paruh yang berat, yang melengkung ujungnya pada beberapa spesies.

Kebanyakan spesies hidup di hutan, namun beberapa ditemukan pada habitat lainnya. Mereka sebagian besar memakan serangga dan arthropoda lainnya. Terkadang mereka juga akan memakan vertebrata kecil. Kebanyakan jenis burung semut mencari makan di lapisan bawah dan tengah hutan, namun sedikit di antaranya mencari makan di kanopi dan di permukaan tanah.

Sekitar 18 spesies terspesialisasi dalam mengikuti arisan semut tentara untuk memakan invertebrata kecil yang dipancing keluar oleh semut-semut tersebut.[4]

Burung semut adalah hewan monogami dan melindungi teritorinya. Umumnya mereka menelurkan dua telur di sarangnya. Kedua induk sama-sama menginkubasi telur serta membesarkan anakan mereka. Setelah lepas sarang, masing-masing induk hanya merawat satu anakan.

Terdapat 38 spesies yang terancam kepunahan karena aktivitas manusia. Ancaman utama mereka adalah kerusakan habitat, yang memudahkan pemangsa untuk mencapai mereka.

Referensi

  1. ↑ Eduard, Peter (2021-07-24). "Ada Burung Kucing, 5 Burung yang Dinamai dari Hewan Lain". IDN Times. Diakses tanggal 2026-03-14.
  2. ↑ Zimmer K. & Isler M. 2003. Family Thamnophilidae (typical antbirds) pp. 459–531 in del Hoyo J; Elliot A. & Christie D. (eds) 2003. Handbook of the birds of the world, volume 8: Broadbills to Tapaculos. Lynx Edicions. ISBN84-87334-50-4
  3. ↑ Irestedt M. et al 2004. Phylogenetic relationships of typical antbirds (Thamnophilidae) and test of incongruence based on Bayes factors. BMC Evol. Biol. 4: 23.
  4. ↑ Willis E. and Oniki Y. 1978. Birds and army ants. Annual Review of Ecology and Systematics 9: 243–263. Diarsipkan 2016-04-12 di Wayback Machine
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan