Kamis, 15 Oktober 2026
05:45 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Bufotoksin

senyawa kimia

Bagikan:

Bufotoksin merupakan kelompok senyawa beracun yang termasuk dalam kategori lakton steroid atau triptamin tersubstitusi. Senyawa ini ditemukan pada kelenjar parotoid, kulit, dan racun berbagai spesies katak puru dari famili kodok sejati (Bufonidae) serta sejumlah amfibi lain, dan juga ditemukan pada beberapa jenis tumbuhan dan jamur. Komposisi kimianya sangat bervariasi tergantung pada sumber spesifik penghasil senyawa tersebut.[1][2][3]

Komposisi

Bufotoksin dapat mengandung berbagai komponen seperti 5-MeO-DMT, bufagin, bufalin, bufotalin, bufotenin, bufothionine, dehidrobufotenin, adrenalin, noradrenalin, dan serotonin. Beberapa sumber juga menggunakan istilah bufotoksin untuk menyebut konjugat antara bufagin dan suberilarginina.[4] Secara kimia, zat-zat beracun yang berasal dari kodok dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama. Kelompok pertama adalah bufadienolida, yaitu glikosida jantung seperti bufotalin dan bufogenin yang diketahui bersifat berpotensi fatal apabila dikonsumsi.[5] Kelompok kedua terdiri atas senyawa yang berhubungan dengan triptamin, seperti bufotenin, yang dikenal memiliki efek psikoaktif. Senyawa-senyawa ini pernah digunakan dalam konteks tertentu untuk menghasilkan pengalaman persepsi yang berubah atau efek rekreasional. Pemanfaatan bahan yang diperoleh dari hewan dalam praktik tersebut tercatat dalam sejumlah kajian yang menyoroti isu terkait potensi dampaknya terhadap hewan sebagai sumber bahan biologis.[6]

Ekstraksi

Ekstrak dari kulit beberapa kodok Asia, termasuk Bufo gargarizans dan Bufo melanostictus, merupakan komponen yang ditemukan dalam sejumlah pengobatan tradisional Tiongkok. Farmakope Republik Rakyat Tiongkok mengakui kedua spesies tersebut sebagai sumber resmi racun kodok (Chánsū atau bufonis venenum) dan mensyaratkan bahwa produk keringnya mengandung sedikitnya 6% gabungan cinobufagin dan resibufogenin berdasarkan berat. Ekstrak tersebut diperoleh melalui proses pemerasan kelenjar parotoid kodok yang telah ditangkap dan dibersihkan, sehingga menghasilkan racun berwarna putih yang kemudian dikeringkan. Produk kering umumnya berwarna cokelat dan berbentuk bongkahan atau serpihan.[7]

Keracunan pada manusia

Keracunan oleh toksin kodok jarang terjadi, tetapi dapat berakibat fatal.[8] Kasus keracunan dapat muncul dari konsumsi sup kodok, daging kodok, telur kodok, atau mengkonsumsi kodok hidup.[9] Keracunan juga dapat terjadi akibat konsumsi sengaja produk komersial yang mengandung toksin kodok dengan berbagai nama dagang seperti "Kyushin", "Chan Su", "Rockhard", dan "Love Stone". Produk yang dikenal sebagai "Chan Su" sering ditemukan dalam bentuk campuran dengan analgesik umum seperti parasetamol, prometazin, dan diklofenak, dan dapat digunakan melalui rute konsumsi oral maupun injeksi.Produk-produk tersebut telah dikaitkan dengan sejumlah laporan keracunan pada manusia, terutama akibat kandungan bufadienolida yang bersifat toksik terhadap sistem kardiovaskular.[9][10][11]

Referensi

  1. ↑ Siperstein, Marvin D.; Murray, Anne W.; Titus, Elwood (1957-03-01). "Biosynthesis of cardiotonic sterols from cholesterol in the toad, Bufo marinus". Archives of Biochemistry and Biophysics. 67 (1): 154–160. doi:10.1016/0003-9861(57)90254-0. ISSN 0003-9861.
  2. ↑ Lincoff, Gary (1977). Toxic and hallucinogenic mushroom poisoning : a handbook for physicians and mushroom hunters. Internet Archive. New York : Van Nostrand Reinhold. ISBN 978-0-442-24580-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  3. ↑ Kißmer, B.; Wichtl, M. (2007-02-26). "Bufadienolide aus Samen von Helleborus odorus". Planta Medica (dalam bahasa Jerman). 52: 152–153. doi:10.1055/s-2007-969103. ISSN 0032-0943.
  4. ↑ Chen, K. K.; Kovaříková, Alena (1967-12-01). "Pharmacology and toxicology of toad venom". Journal of Pharmaceutical Sciences (dalam bahasa English). 56 (12): 1535–1541. doi:10.1002/jps.2600561202. ISSN 0022-3549. PMID 4871915.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ "Bufadienolide - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2025-11-21.
  6. ↑ "From Toad Toxin to Medicine: The Promise of 5-MeO-DMT | Published by Journal of Health Economics and Outcomes Research". jheor.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
  7. ↑ 国家药典委员会 (2015). 《中华人民共和国药典》 [Farmakope Republik Rakyat Tiongkok]. Edisi ke-10, Jilid 1. Beijing: China Medical Science Press. hlm. 333. ISBN 9787506773379.
  8. ↑ Kuo, Hung-Yi; Hsu, Chin-Wang; Chen, Jiann-Hwa; Wu, Yung-Lung; Shen, Ying-Sheng (2007-03-01). "Life-threatening episode after ingestion of toad eggs: a case report with literature review". Emergency Medicine Journal (dalam bahasa Inggris). 24 (3): 215–216. doi:10.1136/emj.2006.044602. ISSN 1472-0205. PMC 2660035. PMID 17351232.
  9. 1 2 Cartwright, Megan (2015-06-29). "Aphrodisiacs From These Toads Lead to Heart Attacks, Not Sex". Slate (dalam bahasa American English). ISSN 1091-2339. Diakses tanggal 2025-11-21.
  10. ↑ Kostakis, Chris; Byard, Roger W. (2009-07-01). "Sudden death associated with intravenous injection of toad extract". Forensic Science International. 188 (1): e1–e5. doi:10.1016/j.forsciint.2009.02.006. ISSN 0379-0738.
  11. ↑ Trakulsrichai, Satariya; Chumvanichaya, Kritsada; Sriapha, Charuwan; Tongpoo, Achara; Wananukul, Winai (2020-12-16). "Toad Poisoning: Clinical Characteristics and Outcomes". Therapeutics and Clinical Risk Management (dalam bahasa English). 16: 1235–1241. doi:10.2147/TCRM.S272863.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan