Senin, 12 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Budaya Tuli

Budaya Tuli

Bagikan:
Globe icon.
Konten dan perspektif penulisan artikel ini hanya berpusat pada sudut pandang dari negara Amerika Serikat dan tidak menggambarkan wawasan global pada subjeknya. Silakan bantu mengembangkan atau bicarakan artikel ini di halaman pembicaraannya, atau buat artikel baru, bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pengenalan budaya Tunarungu dalam Bahasa Isyarat Amerika (ASL) dengan teks terjemahan bahasa Inggris tersedia

Budaya Tuli adalah diskriminasi atas kondisi ketulian dan penggunaan bahasa isyarat. Diskriminasi ini bisa berbentuk diskriminasi langsung dan tidak langsung karena bisa jadi ia berbentuk struktur keyakinan sosial, perilaku, seni, sastra, sejarah, nilai, dan institusi.[1] Apabila hendak digunakan sebagai budaya, istilah Tuli dengan T kapital diadaptasi untuk mengakomodasi identitas pengguna bahasa isyarat. Di Indonesia, istilah tersebut sudah jamak digunakan oleh komunitas Tuli. Bila digunakan sebagai label untuk kondisi audiologis, maka ditulis dengan huruf kecil t .[2] Penggunaan huruf kapital yang berbeda, Deaf dengan D kapital dan deaf dengan d kecil ini digagas oleh Carl G. Croneberg yang membahas analogi antara budaya Tuli dan budaya dengar dalam entri C dan D di Dictionary of American Sign Language tahun 1965.

Referensi

  1. ↑ Palfreyman, Nick (2015). "Budaya tuli Indonesia dan hak bahasa. Dalam Seminar Tahunan Linguistik 2015". Universitas Pendidikan Indonesia: hlm. 1–8.
  2. ↑ Padden, Carol A.; Humphries, Tom (Tom L.) (2005). Inside Deaf Culture. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 1. ISBN 978-0-674-01506-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan